Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memesan Pencetakan Brosur

Brosur adalah cara yang bagus untuk mempromosikan bisnis Anda dan mengedukasi calon pelanggan tentang produk, layanan, dan pernyataan misi perusahaan Anda. Bahkan ketika Anda tidak dapat secara fisik berada di depan pelanggan untuk mempromosikan bisnis Anda, brosur profesional dapat menggantikan Anda. Alih-alih hanya informasi dasar perusahaan, yang ditemukan pada kartu nama, brosur menempatkan segala sesuatu yang perlu diketahui pelanggan tentang bisnis anda ke tangan pelanggan. Untuk mencapai hal ini, pemilik bisnis harus memiliki brosur cetak profesional.

Konten Apa yang Harus Disertakan Dalam Brosur

cetak brosur murah surabaya
cetak brosur di Famous Printing

Sebelum mempertimbangkan pencetakan brosur, pemilik bisnis harus memutuskan apakah brosur akan menjadi bagian informasi tentang perusahaan atau bagian penjualan, atau kombinasi kreatif dari keduanya. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan semua logo bisnis dan copy art dan memutuskan mana yang cocok untuk desain brosur cetak Anda. Jika bisnis menawarkan produk atau layanan tertentu, pemilik bisnis harus memutuskan layanan atau produk yang akan dimasukkan dalam brosur. Banyak pemilik bisnis juga memasukkan sejarah singkat perusahaan dan mungkin biografi singkat tentang pendiri perusahaan atau direktur. Ini sering dilakukan untuk menciptakan koneksi pribadi dengan pelanggan ataupun pelanggan potensial.

Setelah Anda memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam brosur, Anda siap untuk mulai mencetak brosur. Namun, hal yang paling penting untuk dipertimbangkan saat mencetak brosur adalah memastikan bahwa produk akhir terlihat profesional. Brosur sering dibagikan dari satu orang ke orang lain, sehingga seringkali brosur itulah yang menjadi kesan pertama yang dibuat pada calon pelanggan. Untuk memastikan kesan pertama yang hebat, pastikan brosur berkualitas tinggi dan mempromosikan perusahaan dengan cara yang positif dan kompeten. Penting juga untuk memastikan bahwa brosur itu menonjol dari brosur-brosur lain yang mungkin ada didekatnya. Selain itu brosur yang baik harus mudah dibaca dan dimengerti.

Keputusan Lain yang Perlu Dipertimbangkan

Setelah semua konten dipilih, pemilik bisnis harus memutuskan jenis brosur apa yang ingin mereka cetak. Pilihan populer untuk pencetakan brosur termasuk brosur tanpa lipatan, lipat tiga, dan lipat dua. Brosur juga tersedia dalam berbagai ukuran; namun, ukuran paling populer untuk pencetakan brosur termasuk A4, A3, A5 dan DL. Selain lipatan dan ukuran brosur, pemilik bisnis juga harus memilih jenis stok kertas yang mereka inginkan untuk pencetakan brosur mereka. Secara umum, semakin tebal kertas, semakin tahan lama brosur tersebut di masa depan. Setelah pilihan itu dibuat, pemilik bisnis juga harus memutuskan jenis warna apa yang mereka inginkan dalam brosur bisnis mereka dan apakah mereka menginginkan lapisan gloss atau pelapis UV pada brosur untuk membuatnya lebih tahan lama. Brosur dapat dicetak pada kedua sisi kertas, atau hanya satu sisi. Pada akhirnya, pencetakan brosur memberi pemilik bisnis peluang untuk secara kreatif mempromosikan bisnis mereka dan menarik pelanggan untuk mencoba produk atau layanan mereka.

(0)

Dalam percetakan banyak sekali jenis – jenis finishing sebagai proses akhir dalam cetakan untuk menjadikan cetakan tersebut seperti kriteria yang pemesan minta. Adapun jenis – jenis finishing itu yaitu

Laminasi/ Laminating
memberikan lapisan plastik tipis pada hasil cetakan (brosur, kemasan dsb) disamping dapat mempercantik dan juga menambah daya tahan cetakan tersebut Laminating pada kertas terdiri dari bermacam jenis yaitu :
1. Laminating Doff : menghasilkan hasil doff (tidak mengkilat) pada permukaan kertas
2. Laminating Glossy : menghasilkan hasil mengkilat pada permukaan kertas.

Vernish atau UV
Membuat hasil cetakan kertas jadi terlihat mengkilat dengan cara menyemprotkan cairan khusus pada kertas tersebut. (efek mengkilapnya hampir sama dengan laminasi)

Spot UV
berbeda dengan UV, Spot UV memberikan efek mengkilap hanya pada area tertentu saja seperti : efek mengkilap hanya pada logo saja di sebuah brosur

Embos
Menjadikan efek timbul pada area tertentu seperti adanya efek timbul pada huruf atau gambar dalam sebuah kemasan

Foil/Hotprint
Menjadikan efek mengkilap dengan warna emas atau perak pada area tertentu sehingga terlihat lebih elegan seperti adanya efek mengkilap warna emas pada huruf atau logo dalam sebuah kemasan.

Emboss dan foil juga bisa digabungkan sehingga dapat meningkatkan ke eleganan sebuah cetakan

Lipat
Kertas yang dilipat menjadi 2, 3 sampai 4 bagian. Biasanya yang dilipat adalah cetakan brosur sehingga anda tidak perlu susah-susah melipat manual brosur tersebut yang jumlahnya sampai ratusan atau ribuan

Pond
Pond adalah cara membentuk atau memotong pada kertas cetakan dengan pisau pond untuk membentuk pola cetakan seperti yang diinginkan (kotak, lingkaran, opal dsb) Seperti memotong cetakan menjadi rangkaian sebuah kemasan

Nomorator
Memberikan nomor urut pada sebuah cetakan biasanya digunakan pada nota, kwitansi, kartu garansi, undangan seminar dll.

Porforator/cacah
Memberi lubang-lubang kecil pada kertas dengan tujuna untuk memperudah dalam menyobek, seperti ticket, kartu garansi dll.

(1)

Ada banyak jenis kertas yang biasa digunakan dalam percetakan, setiap jenis kertas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya juga harus dibedakan agar bisa mendapatkan hasil cetakan yang maksimal.

Secara umum jenis kertas yang sering digunakan dalam dunia percetakan sebenarnya hanya terdiri dari tiga kategori, yakni Uncoated PaperCoated Paper, dan Non Absorbtion Paper.

Uncoated Paper merupakan kategori kertas yang tidak memiliki lapisan bahan lain sehingga memiliki permukaan tidak begitu halus, daya serap tinta tinggi, mudah sobek namun hasil cetakan yang berupa teks biasanya akan lebih nyaman untuk dibaca. Kertas yang termasuk dalam kategori ini misalnya kertas HVS, kertas buram, kertas koran, dan lain sebagainya.

Coated Paper adalah kategori kertas yang memiliki lapisan elemen lain sehingga tidak mudah sobek, permukaan kertas bisa lebih halus bahkan mengkilat, bisa memiliki tekstur yang bermotif, dan lebih tahan terhadap cuaca. Beberapa kertas yang masuk dalam kategori ini misalnya kertas Art Paper, Art karton, kertas foto, dan lain sebagainya. Kertas coated biasanya banyak digunakan dalam pembuatan brosur, flyer, poster, ataupun media promosi lainnya karena daya tahannya yang lebih tinggi terhadap kerusakan.

Sedangkan Non Absorbtion Paper merupakan salah satu kategori kertas yang tidak memiliki daya serap tinggi sehingga apabila dicetak memerlukan perlakuan khusus agar hasil bisa lebih baik. Beberapa contoh yang masuk dalam kategori kertas ini misalnya kertas stiker vynil, alumunium foilArt syntetic paper, dan lain sebagainya.

Berikut ini aneka jenis kertas yang populer digunakan dalam percetakan diantaranya adalah:

1 . Kertas HVS

Kertas HVS (Houtvrij Schrijfpapier) merupakan salah satu jenis kertas yang termasuk dalam kategori Uncoated Paper. Kertas ini sangat populer digunakan untuk kertas fotocopy, printer Inkjet, perlengkapan kantor dan banyak dijual di toko buku.

Tekstur kertas HVS memang tidaklah mengkilat dan agak sedikit kasar karena kertas ini dibuat dari bubur kertas yang tidak mengandung lignin (perekat antar serat di dalam pohon). Meski sifat kertas HVS lebih mudah rusak (sobek), namun keunggulan kertas ini adalah tidak mudah berubah warna karena cuaca. Untuk beberapa keperluan, kertas HVS biasanya tersedia dalam beberapa warna, mulai dari putih, kuning, biru, merah, dan hijau. Di pasaran kertas jenis ini biasa dijual dalam berbagai ukuran seperti ukuran plano, A3, A4, dan F4 (folio), dan lain-lain. Gramatur kertas HVS tersedia mulai dari 60 gr, 70 gr, 80 gr, 100 gr.

2. Kertas Kalkir

Kertas kalkir merupakan salah satu jenis kertas yang memiliki sifat tembus pandang, kertas ini biasa digunakan para desainer untuk merancang gambar desain, misalnya desain produk, desain arsitektur dan lain sebagainya. Selain digunakan untuk rancang desain, kertas kalkir biasanya juga banya digunakan oleh mereka yang menggeluti dunia cetak sablon, kertas ini berfungsi sebagai film yang dapat ditransfer ke permukaan screensablon dengan proses kimia dan pencahayaan.

3. Kertas Art Paper

Kertas Art Paper merupakan salah satu jenis kertas yang tidak kalah populer dengan kertas HVS. Art Paper biasa digunakan untuk mencetak brosur, flyer, poster, katalog, majalah dan lain-lain. Ciri utama dari kertas ini adalah permukaannya mengkilap dan halus sehingga hasil cetakan biasanya lebih bagus.

Kertas art paper termasuk salah satu kertas yang cukup kuat dan lebih tahan air dibanding HVS. Jenis kertas ini masuk dalam kategori Coated Paper sehingga kurang cocok digunakan untuk printer InkJet yang menggunakan tinta berbahan dasar air. Untuk menghasilkan cetakan yang bagus pada kertas ini bisa menggunakan cetak offset ataupun cetak digital dan diberi finishing UV (Ultra Vernish) ataupun super glosy.

4. Kertas Art Carton

Jenis kertas Art Carton memiliki bahan dasar yang sama dengan art paper, perbedaannya hanya terletak pada tebal tipisnya kertas atau gramasinya. Kertas Art Carton memiliki ketebalan yang lebih tinggi, sehingga kertas ini banyak digunakan untuk mencetak kartu nama, map, cover majalah, Paper Bag, dan lain-lain. Seperti halnya art paper, kertas ini tidak cocok digunakan dengan tinta berbahan dasar air. Gramasi yang umum digunakan diantaranya 190g, 210gr , 230gr , 260gr , 310gr , 360gr, dan 400 gr.

5. Kertas Ivory

Kertas Ivory ini sebenarnya sama seperti Art Carton, sama-sama berwarna putih bersih di kedua permukaannya, perbedaanya terletak pada sisi kertas yang dilapisi. Kertas ivoryhanya satu sisi saja yang di-coating sehingga satu sisinya lebih kasar. Kertas ivory sering gunakan untuk Paper Bag, poster, dan lain-lain. Gramatur kertas ini mulai dari 210 gr, 230 gr, 250 gr, 310gr, 400 gr.

6. Kertas Dupleks

Kertas Dupleks merupakan salah satu jenis kertas yang mudah ditemukan pada Packaging Obat dan makanan. Ciri kertas ini mempunyai satu sisi putih agak halus, sisi lainnya kasar dan berwarna gelap (abu – abu). Untuk keperluan cetak, kertas dupleks ini biasanya hanya dicetak pada satu sisi bagian yang halus saja. Kelebihan kertas duplek ini dia lebih kuat dan harga lebih murah. Gramasi kertas duplex mulai dari 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr, 450 gr, dan 500 gr.

7. Kertas CWB (Coated White Board) 

Kertas CWB juga sering disebut sebagai kertas dupleks putih karena pada prinsipnya jenis kertas ini sama dengan dupleks, bedanya hanya terletak pada bagian dalam yang berwarna putih. Jenis kertas ini banyak digunakan untuk kemasana makanan, obat, produk kecantikan dan lain-lain. Gramasi yang umum sama dengan kertas dupleks yakni digunakan 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr, 450 gr, hingga 500 gr.

8. Kertas Samson Kraft

Ciri khas dari kertas samson adalah permukaanya kasar, warna coklat mudan dan juga tua, berasal dari proses daur ulang dan banyak digunakan untuk amplop besar, Paper Bagataupun hangtag. Warnanya yang hanya terdiri dri satu jenis, kertas ini biasanya hanya dicetak dengan satu hingga dua warna saja sehingga justru mampu memunculkan kesan klasik. Gramasi yang umum digunakan mulai dari 70gr, 80 gr, 150gr, dan 220gr.

9. Kertas BC, Manila

Kertas BC atau yang sering disebut kertas manila adalah jenis kertas yang mempunyai beraneka jenis tekstur pad permukaannya. Selain terdiri dari bermacam tekstur, kertas ini juga memiliki banyak pilihan warna dan ketebalan. Beberapa varian dari kertas BC ini misalnya kertas linen, concord dan lain-lain. Kertas jenis ini pada umumnya digunakan untuk mencetak undangan pernikahan, kartu nama, stofmap dan juga piagam atau sertifikat. Gramasi kertas BC/Manila ini secara umum terdiri dari 160 gr, 220 gr, 250 gr.

10. Kertas Yellow Board

Sesuai dengan namanya, jenis kertas ini kebanyakan berwarna kuning dan memiliki ketebalan yang tinggi. Kertas Yellow Board banyak digunakan untuk hard cover yang selanjutnya dilapisi dengan kertas lain. Kertas ini tidak bisa dicetak offset namun bisa dicetak dengan teknik sablon. Berbeda dengan kertas lain yang ketebalannya dientukan berdasarkan gramasi, untuk kertas Yellow Board ketebalan menggunakan ukuran “YB”. Ketebalan kertas yang umum beredar di pasaran biasanya sekitar YB 30 dan YB 40.

11. Fancy Paper

Kertas Fancy paper banyak beredar di pasaran sebagai bahan dasar untuk membuat kartu undangan pernikahan. Jenis kertas ini memiliki beragam warna dan karakteristik sehingga para pengguna dapat memilih sesuai dengan selera. Beberapa kertas yang masuk dalam jenis kertas fancy diantaranya kertas millennium, jasmine, java emboss, Hawaii dan lain sebagainya. Gramatur kertas ini beredar di pasaran mulai dari 80 gr, 100 gr, 220 gr, dan 300 gr.

12. Kertas Corugoated (bergelombang)

Kertas ini sangat populer dengan nama kardus, bagian permukaan luar agak kasar dan didalamnya terdapat susunan kertas bergelombang sehingga jenis kertas ini memiliki ketebalan tinggi dan kuat. Kertas Corugoated banyak digunakan dalam membuat kemasan ukuran besar, seperti kemasan produk elektronik, kemasan mie instan, dan  lain-lain. Ketebalan  bahan ini dikategorikan menjadi B flute (gelombang besar ) dan  E flute (gelombang kecil).

13. Kertas Foto

Kertas foto merupakan salah satu jenis kertas yang dirancang untuk keperluan cetak gambar dengan teknik cahaya yang pengerjaanya di ruang gelap. Kertas foto ini di salah satu sisinya dilapisi dengan bahan kimia yang peka cahaya sehingga bisa memunculkan bentuk gradasi dan warna.

Seiring perkembangan teknologi cetak, kertas foto juga mengalami perkembangan sehingga muncul banyak jenis dan variannya. Ketika mencetak foto sudah bisa menggunakan teknologi digital, maka jenis kertas yang beredar juga banyak yang sudah tidak perlu dilapisi dengan bahan kimia. Beberapa contoh jenis kertas foto ini diantaranya adalah Matte / Doff paper, Sublime Paper (digunakan sebagai mediator transfer gambar ke kaos), Fiber matte, Premium Glossy foto Paper, Sticker Glossy foto Paper, Laster foto Paper, Glossy foto Paper / glanz paper, Canvas Paper, dan lain-lain

***

Jenis kertas yang telah disebutkan diatas merupakan jenis-jenis kertas yang umum beredar di pasaran dan mudah didapatkan. Selain kertas-kertas ini sebenarnya juga masig banyak jenisnya, dengan beragam karakteristik, bentuk, warna, bahan baku, penggunaan dan lain sebagainya.

(3)