Kemasan plastik telah lama menjadi pilihan utama dalam industri makanan – dari bungkus makanan ringan, wadah takeaway, hingga plastik wrap untuk pangan segar. Di satu sisi, plastik menawarkan kenyamanan, harga murah, dan fleksibilitas. Di sisi lain, dampak lingkungan dan kesehatan mulai memunculkan pertanyaan: apakah penggunaan plastik sebagai kemasan makanan masih ideal? Mari kita kulik sisi baik, sisi buruk, dan solusi alternatifnya.


Kelebihan Plastik sebagai Kemasan Makanan

1. Ringan dan Biaya Rendah

Plastik sangat ringan dibanding kemasan kertas atau kaca, sehingga saat pengiriman beban dan ongkir bisa ditekan. Biaya produksinya juga cenderung lebih murah, terutama untuk kemasan sekali pakai.

2. Fleksibel dalam Bentuk dan Ukuran

Plastik bisa dibuat tipis, tebal, lentur, atau kaku. Bisa diubah menjadi pouch, kantong zip, tray plastik, cup, atau blister. Keuntungannya: kamu bisa menyesuaikan bentuk sesuai produk.

3. Tahan Bocor dan Kedap Udara

Banyak jenis plastik bisa kedap udara dan tahan kebocoran. Untuk produk yang cepat rusak jika kontak udara (seperti makanan ringan, produk basah, saus), plastik bisa menjaga kesegaran lebih lama dibanding kemasan kertas biasa.

4. Transparan atau Semi Transparan

Plastik bening memungkinkan konsumen melihat isi produk ini meningkatkan kepercayaan pembeli karena mereka bisa melihat langsung makanan di dalamnya.

5. Proses Produksi Cepat & Massal

Mesin cetak dan proses cetak plastik sudah mapan. Untuk produksi massal atau bisnis skala besar, plastik memungkinkan kecepatan produksi yang tinggi.


Resiko dan Kendala Plastik dalam Kemasan Makanan

Meskipun banyak kelebihan, penggunaan plastik juga membawa tantangan serius:

1. Dampak Lingkungan & Sampah Plastik

Plastik yang sekali pakai sering menjadi sampah karena sulit terurai secara alami. Plastik di lingkungan bisa mencemari tanah, air, dan mengganggu ekosistem laut. Banyak plastik dibakar atau dibuang sembarangan, memperburuk polusi udara.

2. Potensi Kontaminasi Kimia

Beberapa plastik mengandung zat kimia seperti bisphenol A (BPA), ftalat, atau zat aditif lain yang bisa migrasi ke makanan terutama saat plastik dipanaskan (mikrowave) atau terkena lemak/minyak. Ini bisa menimbulkan risiko kesehatan jika bahan plastiknya tidak food grade atau tidak aman.

3. Keterbatasan Dalam Daur Ulang

Meski banyak plastik diklaim dapat didaur ulang, kenyataannya proses daur ulang tidak selalu terlaksana optimal. Plastik bercampur berbagai jenis sulit dipisahkan. Plastik yang kotor atau tercemar makanan sering tidak bisa didaur ulang.

4. Kelebapan, Panas & Sinar UV

Plastik tipis atau jenis tertentu bisa rusak ketika terkena suhu tinggi, sinar matahari langsung, atau lingkungan lembap. Bisa melengkung, meleleh sedikit, atau mengubah sifatnya.

5. Citra Brand & Preferensi Konsumen

Seiring makin meningkatnya kesadaran ramah lingkungan, banyak konsumen sekarang memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan. Brand yang memakai plastik sekali pakai tanpa strategi pengelolaan sampah bisa dilihat kurang bertanggung jawab.


Jenis Plastik Umum untuk Kemasan Makanan

Berikut beberapa jenis plastik yang sering digunakan untuk kemasan makanan:

  • PET (Polyethylene Terephthalate) sering dipakai untuk botol minuman, blister, cup makanan beku, karena transparan dan stabil.
  • PP (Polypropylene) tahan panas, sering dipakai untuk cup yg bisa microwave, wadah makanan panas.
  • PE (Polyethylene – HDPE / LDPE) fleksibel, cocok untuk kantong plastik, wrap makanan, kantong zip.
  • PS (Polystyrene) kadang dipakai untuk styrofoam atau wadah makanan cepat saji ringan; kurang ideal jika makanan panas atau berlemak tinggi.
  • PLA (Polylactic Acid) plastik berbasis tanaman (misalnya jagung), relatif lebih ramah lingkungan, namun masih punya batasan dalam biodegradasi tergantung kondisi.

Tips Bijak Menggunakan Plastik Untuk Kemasan Makanan

Agar penggunaan plastik untuk kemasan makanan tetap aman dan bertanggung jawab, berikut tips yang bisa kamu pakai:

  1. Pilih plastik food grade
    Hanya gunakan plastik yang memang dirancang dan diuji aman untuk kontak dengan makanan.
  2. Gunakan plastik dengan spesifikasi yang tepat
    Misalnya, jika produk akan dipanaskan atau dikirim jauh, pilih PP atau PET tahan panas. Jika produk berminyak, pilih plastik yang tahan lemak.
  3. Minimalkan penggunaan plastik jenis campuran yang sulit didaur ulang
    Hindari lapisan plastik + aluminium + kertas kecuali sangat diperlukan. Jika perlu, buatlah bagian luar terpisah agar mempermudah pemisahan untuk daur ulang.
  4. Gunakan plastik tipis hanya saat perlu
    Jangan beli plastik terlalu tebal jika produk ringan. Gunakan ketebalan seimbang agar tetap aman tapi hemat biaya.
  5. Pertimbangkan plastik biodegradable / PLA ketika mungkin
    Namun cek dulu kompatibilitas dan performanya beberapa PLA tidak cocok untuk makanan panas atau penyimpanan lama.
  6. Label petunjuk pemakaian
    Bila plastik bisa dipanaskan atau di-microwave, tuliskan label microwave safe atau do not heat agar konsumen tahu aman tidaknya metode penggunaan.
  7. Sediakan opsi daur ulang atau program kepulihan plastik
    Misalnya menyarankan konsumen mengembalikan kemasan untuk didaur ulang atau menyediakan tempat sampah kemasan di toko/event.

Kesimpulan

Plastik sebagai kemasan makanan punya banyak keunggulan: ringan, fleksibel, murah, bisa tahan bocor dan transparan semua sangat membantu dalam operasional dan branding. Namun risiko lingkungan dan kesehatan tidak bisa diabaikan. Karena itu, penggunaan plastik harus dipertimbangkan dengan bijak: pilih jenis plastik yang sesuai, pastikan food grade, pertimbangkan alternatif ramah lingkungan, dan beri edukasi pada konsumen tentang cara buang ulang kemasan.

Semoga artikel ini membantu kamu mempertimbangkan secara lebih matang kelebihan dan kekurangan plastik sebagai kemasan makananagar usaha panganmu tidak hanya berhasil, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kesehatan.

(0)

Dalam usaha makanan, kemasan (dus packaging) adalah bagian penting yang perlu diperhitungkan matang-matang. Tidak hanya soal tampilan, bahan kemasan juga berpengaruh terhadap keamanan makanan, daya tahan, dan citra merek. Di artikel ini kita bahas berbagai bahan yang umum dipakai untuk dus kemasan makananplus kelebihan, kekurangan, dan tips memilihnya.

1. Karton (Paperboard / Folding Box Board)

Ciri dan sifat

  • Kertas tebal yang ringan tapi punya kekakuan memadai untuk dijadikan kotak.
  • Bisa dilipat dan disusun rata sebelum dirakit ke bentuk box.
  • Permukaan cukup halus, sehingga cocok untuk cetakan visual yang baik.

Kelebihan

  • Dapat dicetak dengan jelas untuk branding: logo, warna, ilustrasi.
  • Fleksibel bentuk dan ukuran.
  • Bila diberi pelapis atau laminasi, bisa lebih tahan terhadap kelembapan atau minyak ringan.
  • Bahan relatif mudah diperoleh dan umum digunakan dalam industri kemasan.

Kekurangan

  • Kalau kemasan digunakan untuk makanan basah atau sangat berminyak, perlu lapisan pelindung agar tidak merembes.
  • Jika ketebalan kurang atau lipatan tidak rapi, bisa mudah rusak atau sobek.
  • Untuk desain tiga dimensi atau struktur menyokong beban berat, karton biasa punya batasannya.

Cocok untuk
Kue kering, snack ringan, cake box kecil, dus hadiah makanan, dus paket siap santap (asal makanan tidak terlalu berkuah).

2. Karton Kraft (Kraft Paper Board)

Ciri dan sifat

  • Warna cokelat alami, tekstur agak kasar.
  • Banyak digunakan karena kesan alami dan ramah lingkungan.
  • Bisa dikombinasikan dengan lapisan dalaman agar lebih aman terhadap minyak atau rembesan.

Kelebihan

  • Kesan rustic dan organik cocok untuk brand makanan lokal atau produk artisan.
  • Meskipun tampilannya sederhana, bisa diberi desain menarik agar tetap tampak premium.
  • Bila diberikan lapisan pelindung (greaseproof atau lapisan plastik tipis), bisa menangani makanan berminyak.

Kekurangan

  • Warna cetakan kadang tidak secerah di kertas putih; harus disesuaikan desain agar tetap terlihat.
  • Kekuatan dan daya tahan terhadap kelembapan lebih rendah jika tidak diberi pelindung.

Cocok untuk
Snack sehat, granola, camilan tradisional, produk yang ingin tampil ala rumahan & alami.

3. Kertas Coated (Glossy / Matte Coated)

Ciri dan sifat

  • Dilapisi dengan lapisan kimia yang membuat permukaan lebih halus dan tahan terhadap goresan ringan.
  • Permukaannya ideal untuk pencetakan warna cerah dan detail tinggi.

Kelebihan

  • Desain warna lebih hidup, visual lebih tajam karena tinta tidak terserap terlalu dalam ke kertas.
  • Bisa tahan terhadap cipratan air ringan tergantung tingkat coating.
  • Kesan kemasan terlihat lebih premium dan profesional.

Kekurangan

  • Jika terkena kelembapan tinggi atau makanan sangat berminyak, coating bisa rusak atau mengelupas.
  • Untuk makanan langsung kontak, terkadang perlu lapisan tambahan agar aman pangan.

Cocok untuk
Produk makanan yang tampil di display, makanan ringan, kemasan dessert, atau makanan kemasan premium.

4. Karton Lapisan / Laminasi (Karton + Plastik / PE / Film)

Ciri dan sifat

  • Kombinasi karton dan lapisan plastik atau film tipis (biasanya PE / plastik tipis food grade).
  • Sisi dalam sering dilapisi agar tidak mudah rembes oleh minyak atau kelembapan.

Kelebihan

  • Gabungan kekuatan karton dan perlindungan lapisan luar.
  • Bisa menangani makanan basah atau berminyak dengan lebih baik daripada karton polos.
  • Meningkatkan fleksibilitas kemasan: tampilan luar bisa tetap keren & branding, dalamnya terlindungi.

Kekurangan

  • Biaya lebih tinggi karena tambahan lapisan.
  • Beberapa lapisan plastik dapat mempersulit proses daur ulang; tergantung jenis plastiknya.
  • Bila lapisan dalam tidak sempurna, masih bisa rembes ke bagian karton.

Cocok untuk
Makanan siap santap seperti nasi bungkus kemasan, kemasan makanan take-away yang bisa kontak sedikit uap atau saus, kemasan sandwich, burger, kemasan paket makan ringan agak berminyak.

5. Kertas Greaseproof / Glassine

kertas Greaseproof Foodgrade
kertas Greaseproof Foodgrade

Ciri dan sifat

  • Greaseproof adalah kertas yang didesain agar tahan terhadap minyak; tidak langsung menyerap minyak.
  • Glassine adalah kertas tipis dan agak transparan dengan permukaan halus; sering dipakai sebagai lapisan dalam agar kemasan luar tidak langsung kontak dengan minyak.

Kelebihan

  • Membantu menjaga kemasan bagian luar tetap bersih dan tahan terhadap minyak.
  • Menjadi lapisan pelindung dalam kemasan utama agar makanan tidak kontak langsung dengan material luar yang kurang kuat.
  • Sangat cocok untuk camilan berminyak atau produk bakery.

Kekurangan

  • Kertas tipis sendiri tidak cukup kuat sebagai kemasan utama; harus dikombinasikan dengan board atau carton lain.
  • Cetakan di permukaan greaseproof mungkin terbatas atau kurang jelas tergantung finishing.

Cocok untuk
Lapisan dalam produk berminyak, bungkus gorengan, roti, snack, atau sebagai pembatas antara makanan dan box utama.

6. Kertas Daur Ulang / Kertas Ramah Lingkungan

Ciri dan sifat

  • Terbuat dari pulp daur ulang; bisa memakai campuran serat bekas kertas.
  • Tampilan kadang lebih kusam atau ada serat kasar, tapi makin dicari oleh konsumen peduli lingkungan.

Kelebihan

  • Menambah nilai etis dan citra ramah lingkungan untuk brandmu.
  • Konsumen semakin menghargai usaha packaging ramah lingkungan.
  • Dapat dipakai untuk produk non-basah atau dibantu dengan lapisan dalam agar lebih aman.

Kekurangan

  • Warna cetakan bisa kurang cerah; desain harus disesuaikan agar tetap terbaca.
  • Kekuatan dan ketahanan terhadap kelembapan atau minyak mungkin lebih rendah dibanding kertas baru.

Cocok untuk
Produk sehat, makanan organik, camilan ringan, bakery kekinian yang ingin tampil ramah lingkungan.

Tips Memilih Bahan Dus Packaging Makanan

Agar kamu tidak salah pilih, berikut beberapa tips praktis:

  • Sesuaikan bahan dengan jenis makanan (kering, berminyak, basah).
  • Pastikan bahan sudah food grade dan aman untuk makanan.
  • Untuk makanan berminyak atau berkuah, pilih board yang dilapisi atau gunakan lapisan dalam greaseproof.
  • Pastikan ketebalan / gramasi bahan cukup agar box tidak sobek atau melengkung.
  • Perhatikan desain cetakan agar tetap jelas di bahan tersebut.
  • Pertimbangkan aspek lingkungan: packaging ramah lingkungan bisa jadi nilai plus brand.

Kesimpulan

Ada banyak pilihan bahan untuk dus kemasan makanan: karton, kraft, coated, laminated, greaseproof, foodboard, hingga kertas daur ulang. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tergantung jenis makanan dan citra brand. Pilihan yang tepat bukan hanya soal tampilan, tapi juga soal keamanan makanan, kekuatan kemasan, dan kenyamanan konsumen. Semoga panduan ini membantu kamu memilih bahan kemasan yang paling cocok dan menghasilkan packaging produk yang tidak hanya aman, tetapi juga menarik dan profesional!

Jangan lupa percayakan pembuatan dus packaging makanan pada percetakan kemasan profesional di Surabaya Famous Printing.

(0)

Dalam dunia usaha makanan sekarang, packaging bukan cuma soal bungkus biasa. Gable box jadi salah satu tren dus makanan yang makin populer karena desainnya yang simpel tapi punya banyak kelebihan. Kali ini saya akan bahas secara detail kenapa gable box jadi pilihan banyak usaha kuliner, apa saja varian & tips memilihnya biar cocok untuk produkmu.


Apa Itu Gable Box?

Gable box adalah jenis kotak kemasan biasanya dari karton atau board yang memiliki tutup di bagian atas dengan desain unik menyerupai atap rumah (gable). Di bagian atasnya biasanya ada pegangan built-in, jadi kamu bisa angkat dan bawa lebih mudah tanpa perlu plastik tambahan. Ketika belum dipakai, box ini bisa disimpan rata atau flat, jadi efisien untuk penyimpanan.


Kelebihan Gable Box

Berikut beberapa hal yang membuat gable box disukai banyak pelaku bisnis makanan:

  1. Praktis dibawa
    Dengan pegangan built-in, pelanggan tidak perlu tambahan tali atau kantong agar bisa membawa makanannya. Cocok untuk take-away, catering, acara outdoor.
  2. Desain menarik & branding yang mudah tampil
    Bagian permukaan gable box cukup luas, cocok buat cetak logo, motif, warna produkmu. Bisa tampil gaya simple atau bold sesuai brand. Ini meningkatkan daya tarik visual produkmu.
  3. Hemat ruang & efisiensi penyimpanan
    Saat belum dirakit, gable box bisa disimpan rata (flat), jadi hemat ruang gudang. Pengiriman menuju toko atau cabang juga lebih mudah karena volume lebih kecil.
  4. Serbaguna untuk berbagai makanan
    Bisa untuk makanan kering maupun basah, asal bahan & finishingnya dipilih dengan tepat. Misalnya makanan ringan, kue, burger, bahkan makanan siap santap dalam acara.
  5. Mudah dipakai & dirakit
    Umumnya gable box dirancang agar mudah dilipat dan dikunci. Banyak model punya sistem auto-lock atau flap yang tinggal lipat dan tutup tanpa perekat tambahan.
  6. Nilai tambahan ramah lingkungan
    Banyak gable box menggunakan bahan yang bisa didaur ulang seperti kraft paper atau karton food grade. Penggunaan plastik bisa dikurangi karena pegangan sudah built-in dan box bisa ditutup rapat.

Varian & Model Gable Box

cetak dus makanan custom

Gable box juga ada berbagai versi, tergantung kebutuhan produk dan tampilan yang diinginkan:

Model / FiturKelebihan Tambahan
Gable box kraft polos atau kraft alamiTampilan rustic & natural, cocok untuk produk artisan, desain ramah lingkungan
Gable box full print (warna penuh)Branding lebih kuat, cocok untuk usaha dengan ciri visual yang menarik, kopi, makanan ringan, dessert
Gable box dengan window (jendela transparan)Pelanggan bisa lihat isi produk tanpa buka box; cocok untuk kue, pastry, donat, cokelat
Gable box food grade dengan lapisan tahan minyak atau greaseproofSupaya makanan berminyak atau basah tetap aman dan tidak merembes ke luar
Gable box ukuran besar / flap kuatUntuk produk yang sedikit berat atau take-away lebih banyak seperti nasi box, paket catering kecil
Gable box custom finishing (laminasi, glossy, matte, spot UV, emboss, dsb.)Menambah kesan premium, agar kemasan terlihat bukan hanya fungsional tapi juga estetis

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Gable Box

Agar penggunaan gable box efektif dan tidak jadi masalah, perhatikan hal-hal ini:

  1. Jenis bahan kertas / karton
    Pastikan food grade agar aman untuk makanan. Jika makanan berminyak atau basah, gunakan bahan yang tahan minyak atau dengan lapisan khusus.
  2. Kekuatan & ketebalan
    Box harus cukup kuat agar tidak mudah melengkung, pecah, atau tidak tahan beban makanan di dalamnya. Ketebalan dan jenis karton harus disesuaikan.
  3. Ukuran & kapasitas
    Sesuaikan ukuran dengan jenis makananmu. Jangan terlalu besar jika isi sedikit risikonya makanan bergoyang di dalam; jangan juga terlalu kecil sehingga susah memasukkan atau tutup tidak rapat.
  4. Tutup & pegangan
    Kedua elemen ini penting untuk kenyamanan konsumen. Pegangan harus nyaman dipegang, tutup harus bisa mengunci dengan aman agar makanan tidak tumpah.
  5. Finishing & desain visual
    Desain logo, warna harus mudah dibaca dan menarik. Finishing tambahan seperti laminasi atau coating bisa menambah visual dan proteksi terhadap air/minyak.
  6. Biaya & biaya tambahan pengiriman
    Hitung semua biaya: produksi box, cetakan, finishing, serta ongkos kirim, terutama jika box lebih besar atau bahan lebih berat.

Gable Box dalam Praktik Kuliner

Beberapa contoh produk yang cocok memakai gable box:

  • Kopi & minuman dingin dengan snack ringan di sampingnya
  • Kue kering, pastry, dessert yang ingin tampil menarik di etalase
  • Nasi kotak kecil atau paket lunch untuk event kantor atau kampus
  • Catering acara pernikahan, ulang tahun, atau gathering yang butuh packaging seragam & rapi
  • Produk oleh-oleh lokal seperti snack khas, cokelat, atau cake kecil untuk dibawa pulang

Tantangan & Solusi

Meskipun gable box punya banyak kelebihan, ada tantangan yang perlu diatasi:

  • Kedap minyak dan air: Untuk produk berminyak atau berkuah, harus memakai lapisan pelindung atau kertas lapis food grade agar tidak bocor.
  • Biaya produksi awal: Jika ingin cetakan penuh dan desain premium, biaya awal bisa tinggi. Solusinya, pesan dalam jumlah lebih besar agar unit cost turun.
  • Transportasi & penyusunan rapi: Box perlu dirakit dan dimasukkan ke dalam kotak pengiriman jika perlu. Pastikan desain bottom sewajarnya kuat agar tidak lepas saat dibawa jauh.

Kesimpulan

Gable box adalah tren dus makanan yang sempurna bagi usaha yang ingin tampil simpel, praktis, dan tetap menarik. Dengan desain yang efisien, pegangan bawaan, opsi finishing yang variatif, dan bahan yang bisa ramah lingkungan, gable box dapat menjadi solusi packaging yang membedakan produkmu di pasar.

Jika kamu sedang mencari kemasan yang bisa memudahkan transportasi, memperkuat branding, dan membuat pengalaman pelanggan terasa lebih spesial saat menerima pesanan, coba pertimbangkan gable box. Siapkan desain, pilih bahan yang cocok, dan kemas produkmu dengan gaya kekinian!

Jangan sampai lupa ya, cetak custom dus makanan murah hanya di Famous Printing Surabaya

(0)