Saya yakin Anda akan setuju dengan saya ketika saya mengatakan bahwa banyak kesan pertama terhadap sebuah bisnis berasal dari kartu nama. Sosialisasi selama acara bisnis melibatkan saling memberi kartu nama. Meskipun kita semua bukan desainer, kita diharapkan untuk membagikan kartu nama dengan desain yang profesional, dan menarik perhatian. Desain kartu nama yang buruk dapat membuat kartu Anda dibuang ke tempat sampah.

Namun faktanya, desain kartu nama cukup rumit. Tidak sekedar, Anda cukup memasukkan nama dan detail kontak Anda dan selesai. Namun, kartu nama yang tidak mencerminkan bisnis yang diwakilinya dengan tepat, akan gagal untuk diingat. Dilupakan oleh seorang kenalan bisnis jelas merupakan hal yang tidak boleh terjadi.

Jika Anda menghindari kesalahan desain kartu nama, Anda sudah setengah jalan menuju kesuksesan. Untuk memulai, berikut adalah beberapa karakteristik umum dari desain kartu nama yang buruk.

1. Gambar Berpiksel

Anda akan terkejut betapa grafis berpiksel merupakan masalah umum desain kartu nama buruk yang sering ditemui oleh bagian pencetakan kami. Tidak ada yang lebih merusak desain kartu nama yang bagus selain hasil cetak yang berpiksel.

Hanya karena terlihat bagus di layar, bukan berarti terlihat sama di cetakan. Standar yang baik untuk diikuti, dan sesuatu yang selalu kami ingatkan kepada pelanggan kami, adalah memastikan bahwa mereka menggunakan 300 titik per inci (dpi) saat menggunakan perangkat lunak pengedit foto. Saat mengambil gambar dari internet, pastikan resolusinya tinggi. Jika memungkinkan, gunakan gambar berbasis vektor untuk memastikan kualitasnya tidak hilang saat diperbesar.

2. Teks Tidak Dapat Dibaca

Kesalahan umum lainnya dalam desain kartu nama adalah teks yang tidak dapat dibaca. Sebagai aturan praktis, jika Anda memerlukan lensa pembesar untuk membaca teks kartu nama Anda, Anda mungkin perlu memperbesarnya.

Saat mendesain kartu nama menggunakan perangkat lunak pengedit foto, beberapa orang lupa bahwa teks harus muat di kartu kecil (biasanya berukuran 2” x 3,5”). Anda mungkin dapat memasukkan banyak informasi ke dalam kartu Anda dengan menggunakan font kecil, namun akan menjadi masalah jika penerima kartu nama tersebut tidak dapat membacanya. Banyak orang memiliki penglihatan yang buruk, terutama para pebisnis lanjut usia. Gunakan ukuran font minimal 7-8 pt dan beri sedikit spasi di sekitar teks Anda sebagai ruang bernapas, sehingga mudah dibaca.

3. Pilihan Font yang Buruk

Jika saya melihat font seperti Comic Sans, Papirus, atau Scriptina, otomatis saya berpikir bahwa pemilik kartu tidak cukup peduli dalam memilih fontnya dengan cermat.

Seringkali, font tidak sesuai dengan industri pemilik kartu. Saya berharap Comic Sans digunakan untuk taman kanak-kanak, tapi tidak untuk layanan hukum. Ada banyak artikel di Internet tentang font mana yang baik digunakan untuk kartu nama. Jika Anda tidak suka font yang terlalu umum digunakan, anda sebaiknya menggunakan font-font alternatif, tapi tidak sampai merusak kesan profesional dari kartu nama Anda.

4. Kombinasi Warna yang Buruk

Ketika desainer mengatakan, “gunakan warna untuk menarik perhatian orang,” itu tidak berarti Anda harus menggunakan warna-warna cerah di seluruh desain kartu nama Anda. Anda perlu mempelajari beberapa dasar warna untuk memastikan kartu nama Anda terlihat profesional dan menyenangkan.

Hal lain yang harus Anda pertimbangkan adalah psikologi di balik warna. Ada beberapa asosiasi warna yang harus Anda teliti dan kemudian pastikan untuk menggunakan warna yang sesuai dengan bidang bisnis Anda. Misalnya, warna merah dan oranye membuat seseorang lapar, jadi warna ini paling cocok untuk restoran. Hijau melambangkan alam, jadi cocok digunakan untuk layanan jasa dekorasi taman.

(0)

Bukan hal yang aneh bagi wirausahawan untuk mendesain dan mencetak kartu nama. Meskipun terlihat cukup sederhana, ada kesalahan umum yang dilakukan orang saat membuat kartu nama untuk pertama kalinya.

Untuk mempermudah prosesnya, kami telah menyusun daftar beberapa kesalahan umum pembuatan kartu nama yang sebaiknya Anda hindari.

1. Tidak Mempertimbangkan Skala Bisnis / Organisasi

Apakah Anda seorang solopreneur atau sedang menjalankan operasi skala besar? Desain kartu nama Anda akan sangat dipengaruhi oleh skala bisnis / organisasi Anda.

Seorang pengusaha yang menjalankan operasi satu orang akan lebih mudah membawa kartu yang mencerminkan suasana yang ingin dia tampilkan. Freelancer, misalnya, harus membedakan diri dari kompetitor karena biasanya mereka punya banyak pesaing.

Namun, desain kartu nama untuk perusahaan besar harus tetap berpegang pada desain yang mencerminkan perusahaan dan nilai-nilai intinya. Branding harus konsisten di seluruh organisasi. Setiap detail harus spesifik termasuk warna, font, dan logo yang digunakan. Ini tidak berarti bahwa kartu nama perusahaan tidak bisa menyenangkan dan kreatif; hanya saja produksi kartu nama harus konsisten setiap kali ada anggota baru yang bergabung dalam tim.

2. Memilih Stok Kertas yang Tipis

Jangan pernah puas dengan stok kertas yang tipis. Mungkin bagi kebanyakan orang, kertas adalah kertas. Mereka merasa tidak ada gunanya menghabiskan lebih banyak uang selama semua informasi yang mereka perlukan tersedia di sana. Anda bahkan mungkin bersikeras menggunakan opsi gramasi kertas yang lebih rendah untuk mengurangi biaya. Namun kartu nama yang tipis umumnya dipandang remeh di mana pun. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mencetak kartu pada kertas tebal. Jika anggaran Anda memungkinkan, Anda bahkan dapat mencetak pada karton yang lebih tebal dari kertas.

3. Tidak Mempertimbangkan Bentuk Die-Cut

Beberapa tahun yang lalu, standar kartu nama hanyalah “standar”. Tapi hari ini? Anda memiliki banyak bentuk untuk dipilih. Kita berbicara tentang sudut membulat, daun, lingkaran, setengah lingkaran, oval, dan banyak lagi. Bicara tentang menjadi unik, kartu nama yang unik dapat membantu Anda menyesuaikan desain agar kartu Anda menonjol.

Anda bahkan dapat mencetak kartu nama terlipat melalui jasa cetak kartu nama kami yang berarti menggandakan properti Anda / memberi Anda lebih banyak ruang untuk meningkatkan tampilan visualnya.

kartu nama bisnis makanan

4. Menambahkan Terlalu Banyak Informasi

Kartu nama adalah pintu masuk ke bisnis Anda. Idenya adalah untuk memberi tahu pelanggan ke mana mereka dapat mencari informasi lebih lanjut. Ini bukan tempat untuk mulai menjual. Jangan menambahkan informasi yang tidak perlu. Anda memiliki ruang terbatas untuk menampilkan informasi. Jika Anda memerlukan alat pemasaran untuk mempublish produk dan layanan, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk mencetak brosur atau katalog.

5. Memiliki Terlalu Banyak Warna

Saat kartu nama Anda mulai menyerupai pelangi, sebaiknya pertimbangkan kembali cara Anda menggunakan warna. Ide di balik penggunaan warna adalah untuk menarik perhatian, bukan mengusir orang. Tidak ada seorang pun yang suka menyimpan kartu nama merusak pemandangan. Memiliki dua atau tiga warna sudah cukup.

6. Tidak Menambahkan Detail Media Sosial

Media sosial adalah raja komunikasi. Tidak menyertakan nama media sosial Anda di kartu nama Anda adalah sebuah kesalahan. Periksa informasi Anda untuk melihat apakah itu mencakup identitas media sosial bisnis Anda. Anda pasti menginginkannya tersedia bagi pelanggan.

7. Lupa Menyertakan Ajakan Bertindak

Anda tidak boleh terlalu terang-terangan mengenai hal ini, tetapi secara halus menarik perhatian seseorang ke sebuah situs web, sebagai permulaan, dapat membantu penerima mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap informasi yang baru saja diterimanya. Cari tahu tindakan apa yang Anda ingin pelanggan lakukan dan sesuaikan desain Anda untuk mencerminkan hal tersebut.

(0)

Orang-orang menyimpan kartu nama dari bisnis yang menawarkan produk atau layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu dari banyak cara yang dapat Anda, sebagai pemilik bisnis, gunakan untuk keuntungan Anda. Dengan membagikan kartu Anda kepada orang-orang, Anda memberi mereka kesempatan untuk menghubungi Anda dan membeli dari Anda kapan saja menggunakan rincian kontak di kartu tersebut.

Namun, jangan heran jika kompetitor Anda juga melakukan hal yang sama. Kemungkinan klien potensial Anda memiliki kartu bisnis yang serupa dengan Anda adalah tinggi. Ini memberi mereka lebih banyak pilihan untuk jenis produk atau layanan yang Anda tawarkan. Semakin banyak pilihan yang mereka miliki, semakin kecil peluang Anda untuk menarik klien baru.

Yang Anda inginkan adalah mengakali persaingan dengan mengeluarkan kartu Anda dengan cara yang efektif dan kreatif. Dengan menerapkan tips di bawah ini dalam strategi pemasaran Anda, Anda akan dapat menjangkau dan memberikan kesan kepada pelanggan masa depan.

Berikut 4 trik cerdas dan kreatif untuk menarik klien baru dengan kartu nama Anda.

Kirimkan kartu Anda dan resume ke klien potensial

Untuk pekerja lepas yang mencari pekerjaan, pencarian kerja online tidak akan membantu Anda menonjol dari yang lain. Sebaliknya, carilah calon pemberi kerja di berbagai direktori bisnis dan kumpulkan alamat surat mereka. Kemudian, kirimkan kartu Anda dengan resume dan kop surat ke setiap alamat surat di daftar Anda.

Karena barang berwujud seperti produk cetak lebih menarik dibandingkan pesan email, hal ini membantu Anda membuat kesan yang lebih kuat di mata calon customer Anda.

Tambahkan kartu Anda ke kemasan produk Anda

Sertakan kartu nama dalam kemasan produk Anda. Dorong pelanggan Anda untuk merujuk bisnis Anda ke teman dan kolega mereka dengan memberikan kartu Anda kepada mereka.

Di sinilah layanan pelanggan yang berkualitas berperan untuk meningkatkan pemasaran dan hubungan pelanggan Anda. Jika pelanggan Anda puas dengan pembeliannya di toko Anda, mereka akan merujuk toko Anda ke teman-temannya. Dengan memberi mereka kartu nama Anda, maka akan memudahkan mereka merujuk Anda ke teman-temannya.

Manfaatkan hari-hari khusus dan musim liburan

Saat Anda memutuskan untuk memberikan diskon, buatlah kartu nama dengan kode diskon terkoordinasi. Jika Anda melakukan ini pada Hari Ayah, Hari Ibu, Hari Valentine, dll., Anda dapat membuat kode tersebut relevan dengan hari libur (dan lebih mudah diingat).

Bagikan kartu-kartu ini beberapa hari/minggu sebelumnya dan dorong penerima untuk membagikan kartu tersebut kepada rekan dan kolega mereka. Selalu berikan dua atau lebih—satu untuk klien, dan lainnya untuk kolega mereka.

Untuk mengontrol bagaimana penawaran diskon ini digunakan, siapkan sistem untuk melacak setiap kode kupon. Cantumkan tanggal dan bulan pada kode promosi tersebut. Hal ini akan menetapkan batas waktu untuk promosi. Catat juga pembelian menggunakan kode diskon tersebut untuk menghindari duplikat pesanan menggunakan kode yang sama.

Anda bisa menggunakan penyingkat URL sebagai alat pelacakan kode kupon pada kartu nama Anda.

Tempatkan kartu di papan buletin komunitas

Periksa daerah Anda untuk papan mading publik. Biasanya berlokasi di pusat bisnis dan fasilitas yang dapat diakses oleh umum. Sekolah, toko kelontong, fasilitas rekreasi, perpustakaan, binatu, kedai kopi, dan pusat komunitas biasanya memiliki papan buletin / mading sendiri.

Papan buletin ini berfungsi sebagai tempat pemasaran kartu nama yang ditargetkan. Misalnya, jika target pasar Anda adalah mahasiswa, maka memasang kartu nama Anda di papan buletin sekolah akan membawa Anda lebih dekat ke target pasar Anda.

Seperti biasa, mintalah izin dari administrator dan manajer, ketika Anda meninggalkan kartu nama di papan buletin ini.

 

Siap menerapkan tips kami untuk menarik klien baru dengan kartu nama? Kunjungi halaman pencetakan kartu nama kami untuk mempelajari bagaimana Anda dapat membuat kartu nama yang sempurna untuk Anda.

(0)