Bentuk kertas pada mulanya  berasal dari Mesir pada 3000 SM. Di lembah Sungai Nil tumbuh rumput rawa yang disebut “Cyperous Papyrus”. Orang Mesir memotong potongan tipis dari batang tanaman dan melunakkannya dalam air. Potongan-potongan itu dilapisi dengan sudut siku-siku untuk membentuk semacam tikar, yang ditumbuk menjadi lembaran tipis sebelum dipanggang di bawah sinar matahari hingga kering. Lembaran yang dihasilkan adalah substrat yang ideal untuk menulis. Karena sifatnya yang ringan dan portabel, membuatnya menjadi media tulis pilihan untuk karya seni, teks keagamaan, dan penyimpanan catatan di antara orang Mesir, Romawi, dan Yunani.

Di Amerika Tengah pada abad ke-2 Masehi bangsa Maya mengembangkan metode serupa untuk pembuatan buku, dan di Kepulauan Pasifik suatu bentuk kertas diproduksi dengan memukul kulit kayu halus di atas batang kayu dengan bentuk khusus.

Nama kertas berasal dari kata papirus dan meskipun mirip dengan kertas modern dalam hal fungsi, metode produksinya berbeda. Dan pada kenyataannya menciptakan lembaran laminasi yang secara teknis berbeda dengan kertas saat ini.

Bentuk kertas modern yang saat ini dipakai,  pada mulanya berasal dari Cina oleh T’sai Lun – kepala kasim dari dinasti Han pada zaman Kekaisaran Ho-Ti, yakni pada tahun 105AD.

T’sai Lun bereksperimen dengan berbagai macam bahan untuk menyempurnakan proses maserasi serat tumbuhan sehingga setiap filamen benar-benar terpisah. Serat-serat individu ini dicampur dengan air sebelum sebuah lembaran besar direndam dan diangkat melalui air, menangkap serat tumbuhan tersebut pada permukaannya. Setelah kering, lembaran tipis serat terjalin jadi satu yang akhirnya menjadi kertas yang kita kenal sekarang. Kertas tipis, halus dan fleksibel yang dibuat dengan teknik T’sai Lun dikenal sebagai T’sai Ko’Shi, yang berarti “Kertas T’sai yang Terhormat”.

Pada abad ke-3 metode pembuatan kertas menyebar ke Vietnam dan kemudian Tibet, diikuti Korea pada abad ke-4 dan Jepang pada abad ke-6.

Selama abad ke-8, Permaisuri Shotuka, penguasa kekaisaran Jepang ke-48, memulai tugas besar untuk mencetak sejuta doa (dharani) pada selembar kertas, yang masing-masing dipasang pada pagoda terpisah. Proyek ini sendiri memastikan seni pembuatan kertas berlanjut di Jepang bahkan hingga hari ini.

Pembuatan kertas terus menyebar ke seluruh dunia, ke Asia dan Nepal sebelum menyebar ke India. Selama perang antara dunia Islam dan Dinasti Tang pada 751AD, pembuatan kertas benar-benar menyebar ke barat. Selama pertempuran di tepi Sungai Tarus, para pejuang Islam menangkap sebuah karavan Cina, yang berisi beberapa pembuat kertas Cina. Para prajurit mengirim pembuat kertas ke Samarkland, yang kemudian menjadi pusat produksi kertas yang luas.

Perlahan pembuat kertas menyebar lebih jauh ke barat, melalui dunia Muslim, Bagdad dan Kairo sebelum akhirnya ke Eropa ketika bangsa Moor dari Afrika Utara menginvasi Spanyol dan Portugal pada abad ke-12.

Di seluruh Eropa, penggunaan papirus dan perkamen yang terbuat dari kulit binatang berakhir pada abad ke-9. Dulu perkamen ini adalah media tulis yang paling disukai. Namun perkamen masih sangat mahal, dimana untuk membuat satu alkitab membutuhkan sekitar 300 kulit domba.

Baru pada abad ke-15 kertas digunakan sebagai barang praktis sehari-hari. Pada tahun 1439 Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg, seorang tukang emas dan pencetak Jerman, mengembangkan mesin cetak bergerak. Perkembangan tersebut berujung pada revolusi percetakan dan selanjutnya memicu revolusi dalam komunikasi massa. Itulah sebabnya kelahiran kertas modern dan industri percetakan diakui secara luas pada tahun 1439 ini. Selain itu penemuan ini secara luas dianggap sebagai perkembangan paling penting dari era modern, memainkan peran kunci dalam perkembangan Renaisans, reformasi dan revolusi ilmiah. .

Karya utama Johannes, Alkitab Gutenberg, dikenal juga sebagai “Alkitab 42 baris” untuk membedakannya dari Alkitab cetakan sebelum-sebelumnya. Proses pembuatannya membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan membutuhkan hampir 300 jenis yang berbeda. Alkitab tersebut dicetak di atas kertas buatan tangan dari Italia dan vellum (kulit anak lembu yang dikikis), dan Alkitab yang sudah jadi menyertakan judul/heading yang ditambahkan setelah proses pencetakan secara manual oleh juru tulis selesai.

Dengan permintaan kertas yang terus meningkat, teknologi pencetakan dengan cepat berkembang dan berbagai bahan pembuatnya juga diuji termasuk jerami, kubis, dan sarang tawon. Akhirnya kayu ditetapkan sebagai bahan yang murah dan sustainable. Saat ini serat lunak panjang dari kayu lunak seperti pinus, bulu dan cemara yang dianggap menghasilkan pulp yang paling cocok untuk produksi kertas secara massal.

Permintaan kertas yang demikian banyak juga mendorong efisiensi pada bidang manufaktur kertas, yang mengarah pada penciptaan mesin produksi kertas secara massal yang digunakan saat ini.

Dalam masyarakat saat ini, produksi massal kertas adalah industri besar yang memasok industri percetakan buku, majalah, surat kabar, tas, uang, dan banyak lagi. Digunakan secara luas di seluruh bisnis penggunaannya menggabungkan berbagai produk kertas termasuk pencetakan kertas a4 untuk barang-barang seperti kop surat cetak dan berbagai pencetakan kertas ukuran lain untuk bahan seperti selebaran, brosur, dan slip kertas.

Bila anda hendak membuat berbagai bahan cetakan, jangan lupa cetak di percetakan surabaya Famous Printing ya. Hanya disini yang menyediakan jasa cetak berbagai ukuran dan bahan kertas.

(0)

Ketika membuat poster, ternyata tidak cukup kita mendesain dan mengatur konten dari poster tersebut. Kita juga butuh untuk memperhatikan pemilihan kertas, agar poster yang sudah didesain sedemikian rupa, bisa menyampaikan pesan dengan sebaik-baiknya.

Saya yakin beberapa kita masih bingung kertas mana yang cocok dengan desain yang sudah dibuat. Maka dari itu, disini saya akan coba jelaskan beberapa jenis poster, agar desain poster yang kita buat dapat maksimal.

 

Jenis Kertas untuk Cetak Poster

1. Art Carton

Kertas yang satu ini rasanya jadi yang paling sering dipakai untuk poster. Teksturnya halus dan mengkilap. Kertas ini juga memiliki ketebalan yang beragam, biasanya sesuai kebutuhan tempat menempel atau menempatkan posternya. Ketebalan kertas jenis ini tersedia mulai dari 190 – 400 gsm. Tampilannya yang berkilau bisa memberi kesan mewah pada poster.

Secara keseluruhan, kertas ini sangat cocok jika poster yang dibuat perlu kertas yang tebal tapi dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Art Paper

Art paper ini juga sering saya temui, bahkan jadi salah satu pilihan utama saya untuk poster. Kertas ini teksturnya licin dan tidak mudah basah atau kotor seperti kertas biasa. Hasil cetakan dengan kertas ini warnanya akan lebih tajam. Katanya sih karena tintanya menempel pada kertas tapi tidak sampai diserap oleh kertas ini, menarik bukan?

Kertas ini tersedia mulai dari 85 gsm dan bahkan ada yang sampai 240 gsm. Jika desain poster memiliki gambar yang cukup kompleks, kertas ini sangat cocok untuk digunakan. Apalagi, jika kita punya budget lebih untuk menambah laminasi, kita bisa menggunakan laminasi doff atau glossy sehingga poster kita lebih tampak lebih elegan.

3. BW Carton

Yang satu ini mirip dengan art carton. Bedanya kertas ini tidak mengkilap, jadi tidak memantulkan cahaya dan terlihat lebih redup. Jadi kertas ini cocok jika poster akan ditempatkan ditempat yang sangat terang atau banyak sumber cahaya, sehingga tidak ada kilap yang mengganggu orang yang ingin membaca isi poster.

4. Ivory

Kertas yang satu ini memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi satunya mengkilap seperti kertas art carton. Sedangkan sisi satunya lebih redup seperti BW carton. Jadi kertas ini bisa memiliki tampilan mengkilap atau redup, tergantung sisi yang digunakan. Kertas ini memiliki tebal mulai dari 210 – 400 gsm.

5. Albatros

Nah, kertas yang ini berbahan semi plastik. Ya, kertas ini sangat cocok untuk poster yang akan digunakan untuk waktu yang lebih lama. Kertas ini umum digunakan untuk poster indoor, seperti menu atau info produk misalnya. Kemudian bisa juga ditambah laminasi glossy jika ingin tampilan yang mengkilap.

 

Nah itu dia beberapa jenis poster yang ingin saya bagikan. Tentunya masih banyak lagi jenis kertas yang bisa dipakai untuk poster, tapi saya rasa beberapa jenis di atas adalah jenis-jenis yang akan lebih masuk ke dalam pertimbangan saat ingin mencetak poster. Tinggal pilih saja, kertas mana yang paling cocok dengan keperluan dan budget poster. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

(0)

Pernikahan adalah momen yang selalu diharapkan terjadi sekali seumur hidup dimana Anda dan pasangan mengesahkan janji suci di hadapan banyak suci. Tentunya momen yang paling dinanti ini membuat anda ingin berbagi kebahagiaan dengan kerabat, sahabat, teman dekat dan kolega-kolega bisnis anda. Agar mereka dapat merasakan kebahagiaan anda, tentu anda perlu memberitahu mereka lewat sebuah undangan pernikahan. Maka dari itu mencetak undangan pernikahan yang bagus sangat diperlukan.

Tidak ada jumlah pasti berapa banyak anda harus mencetak undangan. Ini semua tergantung berapa banyak yang akan anda undang untuk menghadiri pernikahan anda. Walaupun anda bisa saja menyerahkan semua urusan pencetakan undangan kepada pihak percetakan, ada baiknya anda mengetahui terlebih dulu jenis-jenis kertas apa saja yang bisa dipakai untuk undangan. Dengan menentukan kertas apa yang akan digunakan sebagai undangan, maka hasil akhir dari undangan tersebut akan seperti keinginan anda, entahkah sederhana tapi tetap elegan, atau tampak mewah.

Jenis-Jenis Kertas Undangan Pernikahan

Untuk mencetak undangan sendiri ada beberapa jenis kertas yang umum dipakai yakni sebagai berikut.

Kertas Matt Paper

Kalau anda tahu art paper, maka matt paper ini karakteristiknya mirip dengan art paper. Kecuali satu, yakni kertasnya tidak mengkilap seperti art paper. Jenis kertas ini juga lebih cepat dalam menyerap tinta bila dibandingkan art paper. Karena sifatnya yang doff maka membuat kertas ini lebih elegan jika digunakan untuk cetak undangan pernikahan

Kertas Jasmine

Kertas ini sangat sering dijadikan kertas undangan karena kertas jasmine ini teksturnya seperti ada glitter-gliter kilap-kilap gitu. Biasanya pihak percetakan akan mencetak kertas jasmine dengan teknik emboss / deboss untuk lebih memunculkan kesan mewahnya. Memang kertas ini tidak terlalu mahal, tapi kertas ini tidak bisa dicetak begitu saja menggunakan tinta, karena butuh waktu lama untuk menyerapnya.

cetak emboss kertas jasmine
undangan pernikahan menggunakan kertas jasmine

Kertas Samson Kraft

Jenis kertas ini adalah kertas daur ulang. Warna kertas samson kraft ini coklat kusam. Kertas ini juga bertekstur kasar. Bila dijadikan undangan, kertas samson kraft akan membuatnya tampak klasik.

Kertas Akasia

Tekstur kertas Akasia seperti kain. Bila dilihat baik-baik tampak seperti garis-garis yang seperti tenunan. Kesan elegan akan tampak kuat bila menggunakan kertas ini sebagai bahan undangan.

Kertas Art Carton

Jenis kertas ini juga mirip dengan art paper. Bedanya kertas art carton ini lebih tebal dibanding art paper. Kertas Art Carton ini juga sering dipakai untuk cetak undangan karena kemampuannya menyerap tinta dengan cepat.

Kertas Aster

Kertas ini bisa dibilang kertas eksklusif untuk undangan pernikahan karena harga yang cukup mahal. Tapi harga yang lebih mahal ini disebabkan karena kualitasnya lebih bagus dari pada kertas-kertas undangan lainnya. Tekstur kertasnya sangat halus, berbeda dengan jenis kertas lainnya. Itu sebabnya yang biasanya mencetak undangan pernikahan menggunakan kertas Aster adalah mereka yang dari kalangan menengah ke atas.

Kertas Linen

Jenis kertas ini punya tekstur kasar dengan garis-garis tipis yang timbul. Kertas linen ini tidak perlu perlakuan khusus, bisa dengan mudah dicetak manual maupun secara digital.

 

Itulah sedikit penjelasan dari admin tentang kertas-kertas yang dipakai buat cetak undangan pernikahan. Nah setelah tahu jenis-jenis kertasnya sekarang saatnya hunting percetakan undangan pernikahan yang bonafit. Jangan asal pilih ya, malu kan kalau undangannya jelek.

Yuk segera tentukan tanggal baiknya dan segera disahkan. Admin doakan semoga bahagia dan dilanggengkan pernikahannya.

(0)

Pengertian Dokumen

Menurut KBBI / Kamus Besar Bahasa Indonesia, dokumen merupakan surat tertulis atau tercetak yang ditujukan sebagai bukti keterangan. Contoh-contoh dokumen adalah surat nikah, akta kelahiran, surat perjanjian, dan lain sebagainya.

Selain itu menurut KBBI juga, arti lain dari dokumen adalah naskah karangan atau barang cetakan yang biasanya dikirim melalui pos. Dokumen tidak melulu naskah cetakan, foto, film, rekaman suara, dan lain sebagainya yang bisa menjadi bukti keterangan, juga dapat dianggap sebagai dokumen.

Melihat betapa pentingnya suatu dokumen, tentunya kita akan berusaha menyimpan baik-baik dokumen tersebut. Ingat, dokumen tersebut memuat bukti-bukti penting sehingga harus dijaga agar tidak rusak.

Kadang dokumen tersebut tidak diperlukan setiap waktu, contohnya akta kelahiran. Mungkin itu hanya diperlukan sesekali, contohnya ketika hendak mengurus pendaftaran nikah di KUA. Karena itulah anda harus memikirkan bagaimana menyimpan dokumen tersebut dengan baik.

Sebagian orang secara teledor menyimpannya asal-asalan di lemari, atau di gudang. Akibatnya ketika dokumen tersebut benar-benar dibutuhkan, ditemukanlah dokumen tersebut dalam keadaan rusak, dimakan rayap, basah, tidak terbaca, dan lain sebagainya. Karena itulah anda harus benar-benar berhati-hati menyimpannya.

Penyebab Kerusakan Pada Map Dokumen

kerusakan dokumen akibat jamur

Memang benar dokumen tidak melulu sekedar kertas cetakan, tapi perlu diakui bahwa sebagian besar dokumen, merupakan dokumen cetak pada kertas, yang tentunya rawan kerusakan. Itulah pentingnya kita mengetahui apa saja penyebab dokumen menjadi cepat rusak, yaitu:

  1. Faktor Alam
    Udara lembab merupakan salah satu penyebab utama kerusakan map dokumen. Selain itu faktor alam lainnya yang perlu diperhatikan adalah debu, air, panas matahari, serta kerusakan karena umur dokumen itu sendiri.
  2. Serangan serangga seperti silverfish, Firebrat, rayap, dan rayap.
  3. Ulah Manusia yang bisa menyebabkan kerusakan dokumen, diantaranya membuat coretan, menyobek, mengotori, melipat halaman.

Akibat-akibat yang muncul dari faktor-faktor di atas yaitu :

  1. Faktor Alam
    a. Udara lembab akan memicu munculnya mikroorganisme seperti jamur yang pada akhirnya akan merusak dokumen.
    b. Air yang mengenai dokumen kertas akan membuatnya menjadi lunak dan mudah hancur, apabila air mengenai dokumen seperti flash disk, cd, itupun akan merusak isi di dalamnya. Selain itu air juga memicu tumbuhnya jamur yang bersifat perusak.
    c. Apabila dokumen terpapar panas matahari secara terus menerus, maka dokumen akan berubah warna serta menjadi cepat lapuk.
  2. Faktor Serangga
    Serangga seperti rayap dapat melubangi dokumen, serta membuat kertas hancur dimakan rayap. Serangga-serangga lain juga bisa membuat jilidan rusak
  3. Faktor Manusia
    Manusia juga dapat menyebabkan kerusakan pada dokumen, baik disengaja maupun tidak. Disengaja misalkan saja dokumen tersebut disobek, dilipat, dicorat-coret. Sedangkan yang tidak sengaja misalnya kejatuhan sisa makanan, yang tidak segera dibersihkan. Hal ini akan memicu timbulnya jamur yang merusak dokumen.

Cara Menghindari Kerusakan Pada Dokumen

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menghindarkan dokumen dari kerusakan. Diantaranya :

  1. Alam
    Agar mencegah tumbuhnya jamur, kelembapan udara tempat penyimpanan dokumen harus tetap dijaga. Jangan sampai terlalu lembab. Selain itu, ruangan penyimpanan dokumen sebaiknya tetap terang, serta mempunyai ventilasi yang cukup. Jika tidak ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi, ada baiknya dipasang AC yang menyala terus dengan setelan suhu 22-25 derajat celcius.
  2. Serangga
    Agar mencegah dari serangan serangga, sebaiknya dokumen-dokumen tersebut disemprot obat anti serangga minimal sebulan sekali. Selain itu ditempatkan kapur barus yang diganti secara berkala pada setiap rak.
  3. Manusia
    Untuk mencegah kerusakan akibat ulah manusia, dapat dimulai dengan meningkatkan kesadaran dari para pengguna untuk selalu menjaga kebersihan, larangan mencorat-coret, serta menyimpan dokumen-dokumen tersebut pada map odner, atau map folder, atau map-map lain yang sesuai dengan isinya.
(0)

Dalam percetakan banyak sekali jenis – jenis finishing sebagai proses akhir dalam cetakan untuk menjadikan cetakan tersebut seperti kriteria yang pemesan minta. Adapun jenis – jenis finishing itu yaitu

Laminasi/ Laminating
memberikan lapisan plastik tipis pada hasil cetakan (brosur, kemasan dsb) disamping dapat mempercantik dan juga menambah daya tahan cetakan tersebut Laminating pada kertas terdiri dari bermacam jenis yaitu :
1. Laminating Doff : menghasilkan hasil doff (tidak mengkilat) pada permukaan kertas
2. Laminating Glossy : menghasilkan hasil mengkilat pada permukaan kertas.

Vernish atau UV
Membuat hasil cetakan kertas jadi terlihat mengkilat dengan cara menyemprotkan cairan khusus pada kertas tersebut. (efek mengkilapnya hampir sama dengan laminasi)

Spot UV
berbeda dengan UV, Spot UV memberikan efek mengkilap hanya pada area tertentu saja seperti : efek mengkilap hanya pada logo saja di sebuah brosur

Embos
Menjadikan efek timbul pada area tertentu seperti adanya efek timbul pada huruf atau gambar dalam sebuah kemasan

Foil/Hotprint
Menjadikan efek mengkilap dengan warna emas atau perak pada area tertentu sehingga terlihat lebih elegan seperti adanya efek mengkilap warna emas pada huruf atau logo dalam sebuah kemasan.

Emboss dan foil juga bisa digabungkan sehingga dapat meningkatkan ke eleganan sebuah cetakan

Lipat
Kertas yang dilipat menjadi 2, 3 sampai 4 bagian. Biasanya yang dilipat adalah cetakan brosur sehingga anda tidak perlu susah-susah melipat manual brosur tersebut yang jumlahnya sampai ratusan atau ribuan

Pond
Pond adalah cara membentuk atau memotong pada kertas cetakan dengan pisau pond untuk membentuk pola cetakan seperti yang diinginkan (kotak, lingkaran, opal dsb) Seperti memotong cetakan menjadi rangkaian sebuah kemasan

Nomorator
Memberikan nomor urut pada sebuah cetakan biasanya digunakan pada nota, kwitansi, kartu garansi, undangan seminar dll.

Porforator/cacah
Memberi lubang-lubang kecil pada kertas dengan tujuna untuk memperudah dalam menyobek, seperti ticket, kartu garansi dll.

(1)

Ada banyak jenis kertas yang biasa digunakan dalam percetakan, setiap jenis kertas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya juga harus dibedakan agar bisa mendapatkan hasil cetakan yang maksimal.

Secara umum jenis kertas yang sering digunakan dalam dunia percetakan sebenarnya hanya terdiri dari tiga kategori, yakni Uncoated PaperCoated Paper, dan Non Absorbtion Paper.

Uncoated Paper merupakan kategori kertas yang tidak memiliki lapisan bahan lain sehingga memiliki permukaan tidak begitu halus, daya serap tinta tinggi, mudah sobek namun hasil cetakan yang berupa teks biasanya akan lebih nyaman untuk dibaca. Kertas yang termasuk dalam kategori ini misalnya kertas HVS, kertas buram, kertas koran, dan lain sebagainya.

Coated Paper adalah kategori kertas yang memiliki lapisan elemen lain sehingga tidak mudah sobek, permukaan kertas bisa lebih halus bahkan mengkilat, bisa memiliki tekstur yang bermotif, dan lebih tahan terhadap cuaca. Beberapa kertas yang masuk dalam kategori ini misalnya kertas Art Paper, Art karton, kertas foto, dan lain sebagainya. Kertas coated biasanya banyak digunakan dalam pembuatan brosur, flyer, poster, ataupun media promosi lainnya karena daya tahannya yang lebih tinggi terhadap kerusakan.

Sedangkan Non Absorbtion Paper merupakan salah satu kategori kertas yang tidak memiliki daya serap tinggi sehingga apabila dicetak memerlukan perlakuan khusus agar hasil bisa lebih baik. Beberapa contoh yang masuk dalam kategori kertas ini misalnya kertas stiker vynil, alumunium foilArt syntetic paper, dan lain sebagainya.

Berikut ini aneka jenis kertas yang populer digunakan dalam percetakan diantaranya adalah:

1 . Kertas HVS

Kertas HVS (Houtvrij Schrijfpapier) merupakan salah satu jenis kertas yang termasuk dalam kategori Uncoated Paper. Kertas ini sangat populer digunakan untuk kertas fotocopy, printer Inkjet, perlengkapan kantor dan banyak dijual di toko buku.

Tekstur kertas HVS memang tidaklah mengkilat dan agak sedikit kasar karena kertas ini dibuat dari bubur kertas yang tidak mengandung lignin (perekat antar serat di dalam pohon). Meski sifat kertas HVS lebih mudah rusak (sobek), namun keunggulan kertas ini adalah tidak mudah berubah warna karena cuaca. Untuk beberapa keperluan, kertas HVS biasanya tersedia dalam beberapa warna, mulai dari putih, kuning, biru, merah, dan hijau. Di pasaran kertas jenis ini biasa dijual dalam berbagai ukuran seperti ukuran plano, A3, A4, dan F4 (folio), dan lain-lain. Gramatur kertas HVS tersedia mulai dari 60 gr, 70 gr, 80 gr, 100 gr.

2. Kertas Kalkir

Kertas kalkir merupakan salah satu jenis kertas yang memiliki sifat tembus pandang, kertas ini biasa digunakan para desainer untuk merancang gambar desain, misalnya desain produk, desain arsitektur dan lain sebagainya. Selain digunakan untuk rancang desain, kertas kalkir biasanya juga banya digunakan oleh mereka yang menggeluti dunia cetak sablon, kertas ini berfungsi sebagai film yang dapat ditransfer ke permukaan screensablon dengan proses kimia dan pencahayaan.

3. Kertas Art Paper

Kertas Art Paper merupakan salah satu jenis kertas yang tidak kalah populer dengan kertas HVS. Art Paper biasa digunakan untuk mencetak brosur, flyer, poster, katalog, majalah dan lain-lain. Ciri utama dari kertas ini adalah permukaannya mengkilap dan halus sehingga hasil cetakan biasanya lebih bagus.

Kertas art paper termasuk salah satu kertas yang cukup kuat dan lebih tahan air dibanding HVS. Jenis kertas ini masuk dalam kategori Coated Paper sehingga kurang cocok digunakan untuk printer InkJet yang menggunakan tinta berbahan dasar air. Untuk menghasilkan cetakan yang bagus pada kertas ini bisa menggunakan cetak offset ataupun cetak digital dan diberi finishing UV (Ultra Vernish) ataupun super glosy.

4. Kertas Art Carton

Jenis kertas Art Carton memiliki bahan dasar yang sama dengan art paper, perbedaannya hanya terletak pada tebal tipisnya kertas atau gramasinya. Kertas Art Carton memiliki ketebalan yang lebih tinggi, sehingga kertas ini banyak digunakan untuk mencetak kartu nama, map, cover majalah, Paper Bag, dan lain-lain. Seperti halnya art paper, kertas ini tidak cocok digunakan dengan tinta berbahan dasar air. Gramasi yang umum digunakan diantaranya 190g, 210gr , 230gr , 260gr , 310gr , 360gr, dan 400 gr.

5. Kertas Ivory

Kertas Ivory ini sebenarnya sama seperti Art Carton, sama-sama berwarna putih bersih di kedua permukaannya, perbedaanya terletak pada sisi kertas yang dilapisi. Kertas ivoryhanya satu sisi saja yang di-coating sehingga satu sisinya lebih kasar. Kertas ivory sering gunakan untuk Paper Bag, poster, dan lain-lain. Gramatur kertas ini mulai dari 210 gr, 230 gr, 250 gr, 310gr, 400 gr.

6. Kertas Dupleks

Kertas Dupleks merupakan salah satu jenis kertas yang mudah ditemukan pada Packaging Obat dan makanan. Ciri kertas ini mempunyai satu sisi putih agak halus, sisi lainnya kasar dan berwarna gelap (abu – abu). Untuk keperluan cetak, kertas dupleks ini biasanya hanya dicetak pada satu sisi bagian yang halus saja. Kelebihan kertas duplek ini dia lebih kuat dan harga lebih murah. Gramasi kertas duplex mulai dari 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr, 450 gr, dan 500 gr.

7. Kertas CWB (Coated White Board) 

Kertas CWB juga sering disebut sebagai kertas dupleks putih karena pada prinsipnya jenis kertas ini sama dengan dupleks, bedanya hanya terletak pada bagian dalam yang berwarna putih. Jenis kertas ini banyak digunakan untuk kemasana makanan, obat, produk kecantikan dan lain-lain. Gramasi yang umum sama dengan kertas dupleks yakni digunakan 250 gr, 270 gr, 310 gr, 350 gr, 400 gr, 450 gr, hingga 500 gr.

8. Kertas Samson Kraft

Ciri khas dari kertas samson adalah permukaanya kasar, warna coklat mudan dan juga tua, berasal dari proses daur ulang dan banyak digunakan untuk amplop besar, Paper Bagataupun hangtag. Warnanya yang hanya terdiri dri satu jenis, kertas ini biasanya hanya dicetak dengan satu hingga dua warna saja sehingga justru mampu memunculkan kesan klasik. Gramasi yang umum digunakan mulai dari 70gr, 80 gr, 150gr, dan 220gr.

9. Kertas BC, Manila

Kertas BC atau yang sering disebut kertas manila adalah jenis kertas yang mempunyai beraneka jenis tekstur pad permukaannya. Selain terdiri dari bermacam tekstur, kertas ini juga memiliki banyak pilihan warna dan ketebalan. Beberapa varian dari kertas BC ini misalnya kertas linen, concord dan lain-lain. Kertas jenis ini pada umumnya digunakan untuk mencetak undangan pernikahan, kartu nama, stofmap dan juga piagam atau sertifikat. Gramasi kertas BC/Manila ini secara umum terdiri dari 160 gr, 220 gr, 250 gr.

10. Kertas Yellow Board

Sesuai dengan namanya, jenis kertas ini kebanyakan berwarna kuning dan memiliki ketebalan yang tinggi. Kertas Yellow Board banyak digunakan untuk hard cover yang selanjutnya dilapisi dengan kertas lain. Kertas ini tidak bisa dicetak offset namun bisa dicetak dengan teknik sablon. Berbeda dengan kertas lain yang ketebalannya dientukan berdasarkan gramasi, untuk kertas Yellow Board ketebalan menggunakan ukuran “YB”. Ketebalan kertas yang umum beredar di pasaran biasanya sekitar YB 30 dan YB 40.

11. Fancy Paper

Kertas Fancy paper banyak beredar di pasaran sebagai bahan dasar untuk membuat kartu undangan pernikahan. Jenis kertas ini memiliki beragam warna dan karakteristik sehingga para pengguna dapat memilih sesuai dengan selera. Beberapa kertas yang masuk dalam jenis kertas fancy diantaranya kertas millennium, jasmine, java emboss, Hawaii dan lain sebagainya. Gramatur kertas ini beredar di pasaran mulai dari 80 gr, 100 gr, 220 gr, dan 300 gr.

12. Kertas Corugoated (bergelombang)

Kertas ini sangat populer dengan nama kardus, bagian permukaan luar agak kasar dan didalamnya terdapat susunan kertas bergelombang sehingga jenis kertas ini memiliki ketebalan tinggi dan kuat. Kertas Corugoated banyak digunakan dalam membuat kemasan ukuran besar, seperti kemasan produk elektronik, kemasan mie instan, dan  lain-lain. Ketebalan  bahan ini dikategorikan menjadi B flute (gelombang besar ) dan  E flute (gelombang kecil).

13. Kertas Foto

Kertas foto merupakan salah satu jenis kertas yang dirancang untuk keperluan cetak gambar dengan teknik cahaya yang pengerjaanya di ruang gelap. Kertas foto ini di salah satu sisinya dilapisi dengan bahan kimia yang peka cahaya sehingga bisa memunculkan bentuk gradasi dan warna.

Seiring perkembangan teknologi cetak, kertas foto juga mengalami perkembangan sehingga muncul banyak jenis dan variannya. Ketika mencetak foto sudah bisa menggunakan teknologi digital, maka jenis kertas yang beredar juga banyak yang sudah tidak perlu dilapisi dengan bahan kimia. Beberapa contoh jenis kertas foto ini diantaranya adalah Matte / Doff paper, Sublime Paper (digunakan sebagai mediator transfer gambar ke kaos), Fiber matte, Premium Glossy foto Paper, Sticker Glossy foto Paper, Laster foto Paper, Glossy foto Paper / glanz paper, Canvas Paper, dan lain-lain

***

Jenis kertas yang telah disebutkan diatas merupakan jenis-jenis kertas yang umum beredar di pasaran dan mudah didapatkan. Selain kertas-kertas ini sebenarnya juga masig banyak jenisnya, dengan beragam karakteristik, bentuk, warna, bahan baku, penggunaan dan lain sebagainya.

(3)

Ada berbagai macam ukuran kertas dalam dunia percetakan yang akan kami jabarkan di bawah ini:
1. Ukuran Plano
Ukuran plano ini berbeda-beda antara satu jenis dengan yang lainnya. Ukuran Plano standar yang terkecil dimulai dari :
  • Ukuran 61 x 86 cm, ukuran ini biasanya ada pada jenis kertas BC (brief card) dengan gramatur 150 – 160gr.
  • Ukuran 65 x 100cm, ukuran ini biasanya ada pada jenis kertas HVS, NCR, Art Karton ( Jenis kertas untuk majalah / brosur, leaflat, dll)
  • Ukuran 65 X 91cm, Ukuran ini biasanya ada pada jenis kertas HVS dan Art Karton.
  • Ukuran 79 x 109cm, hampir semua jenis kertas mempunyai ukuran ini, mulai dari HVS, Art Karton, Fancy, dll. Gramaturnya mulai dari 60gr – 400gr.
  • Ukuran 90 x 120cm, jenis ukuran ini biasanya jarang ditemui, hanya ada pada beberapa jenis kertas saja. Diantaranya yaitu kertas samson (kertas kopi warna coklat) biasa untuk cover buku-buku form serta untuk bungkus.

Berikut ini adalah ukuran kertas plano yang beredar luas.
HVS : 65 x 100cm dan 79 x 109cm
Art Paper : 65 x 100cm dan 79 x 109cm
Doorslag : 44 x 69cm
Kertas Gambar : 61 x 86cm
Kertas Kraft : 65 x 100cm
Samson Kraft : 90 x 120cm dan 79 x 109cm
Karton BC : 61 x 86cm
Art Karton : 65 x 100cm dan 79 x 109cm
Karton Bufallo : 79 x 109cm
Linen Karton : 79 x 109cm
Duplex Karton : 79 x 109cm
Board Lokal : 63,5 x 79 cm dan 64 x 74 cm
Board Import : 70 x 100 cm dan 75 x 100 cm
Board No.18, Tebal = 4,3 mm, isi per pak = 18 Plano
Board No.20, Tebal = 3,8 mm, isi per pak = 20 Plano
Board No.30, Tebal = 2,5 mm, isi per pak = 30 Plano
Board No.40, Tebal = 2,0 mm, isi per pak = 40 Plano
Board No.50, Tebal = 0,7 mm, isi per pak = 50 Plano
Board No.60, Tebal = 0,4 mm, isi per pak = 60 plano
LINEN : 1 rol = 1,2 x 16,5 meter

2. Ukuran Kertas Jadi
Ukuran kertas ini merupakan kertas  yang sudah selesai dipotong, ukuran kertas ini dipakai secara umum.
Berikut adalah standar ukuran jadi kertas yg umum beredar di pasaran.Berdasarkan Satuan Internasional
Pada ukuran ini, dimulai dari angka ’0′, dan angka selanjutnya berarti setengah dari ukuran angka diatasnya
a. Ukuran A
A0 = 841 x 1189 mm atau 84,1 x 118,9 cm
A1 = 549 x 841 mm atau 54,9  x 84,1 cm
A2 = 420 x 594 mm atau 42 x 59,4 cm
A3 = 297 x 420 mm atau 29,7 x 42.0 cm
A4 = 210 x 297 mm atau 21 x 29,7 cm
A5 = 148 x 210 mm atau 14,8 x 21 cm
b. Ukuran B —> B0 = 1000 x 1414 mm, dst.
c. Ukuran C —> C0 = 917 x 1297 mm, dst
d. Ukuran D —> D0 = 771 x 1090 mm, dstBerdasarkan Standar 16″ (PxL)
Ukuran Post : 44×56 cm
Ukuran Royal : 50×65 cm
Ukuran Letter : 21,5 x 27,9 cm
Ukuran Folio : 21,5 x 33 cm (F4)
Ukuran Double Folio :33 x 43 cm
(Commenting: OFF)