Kalau kamu lagi bikin brosur buat usaha, event, atau promosi, salah satu pilihan utama adalah antara Bi-Fold dan Tri-Fold. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yuk, kita bahas secara tuntas supaya kamu bisa pilih yang paling pas buat kebutuhan!

Apa Itu Brosur Bi-Fold dan Tri-Fold?

  • Bi-Fold (half fold): satu kali lipat, jadi dua sisi depan-belakang dan empat panel.
  • Tri-Fold (letter fold): dua lipatan, menghasilkan enam panel (tiga bagian di dua sisi).

Berikut perbedaan brosur Bi-Fold dan Tri-Fold dilihat dari beberapa aspek

1. Ruang Konten dan Layout

Bi-Fold

  • Panel lebih besar, cocok untuk foto besar, diagram, atau visual menarik.
  • Ruang terbuka seperti buku, memudahkan pembaca fokus di satu halaman penuh.
  • Cocok untuk katalog produk, menu, atau brosur brand eksklusif.
contoh brosur Bi-Fold

Tri-Fold

  • Enam panel membuat konten lebih terstruktur.
  • Cocok untuk brosur informatif seperti panduan atau leaflet promo.
  • Memudahkan pembaca mengikuti urutan informasi secara bertahap.
Contoh Brosur Tri-Fold

2. Kemudahan Distribusi dan Penyimpanan

  • Tri-Fold: Lebih kompak, mudah masuk saku atau amplop standar. Ideal untuk disebar massal.
  • Bi-Fold: Lebih lebar, kurang praktis untuk penyimpanan kecil. Cocok untuk display meja atau branding premium.

3. Estetika dan Tampilan Visual

  • Bi-Fold: Tampilan mewah dan berkelas, cocok untuk desain elegan dan gambar besar.
  • Tri-Fold: Memerlukan desain yang rapi agar konten tidak terganggu oleh lipatan.

4. Biaya Cetak

Biaya antara Bi-Fold dan Tri-Fold tidak jauh berbeda. Namun, Tri-Fold biasanya lebih hemat ruang saat pengiriman sehingga lebih efisien untuk produksi besar-besaran.

5. Kepraktisan Saat Dibaca

  • Bi-Fold: Langsung membuka ke dua halaman besar, praktis dan informatif.
  • Tri-Fold: Perlu dibuka satu per satu, cocok untuk alur informasi berurutan.

6. Kapan Sebaiknya Gunakan Bi-Fold?

  • Jika ingin tampilan elegan dan visual utama yang dominan.
  • Untuk menu restoran, company profile, atau katalog eksklusif.

7. Kapan Sebaiknya Gunakan Tri-Fold?

  • Untuk brosur event, promosi massal, atau panduan produk.
  • Jika ingin brosur yang mudah disimpan dan dibagikan.

8. Jenis Kertas dan Finishing

Gunakan kertas minimal 100 gsm agar hasil lipatan rapi dan tidak mudah sobek. Pilihan matte cocok untuk teks banyak, sedangkan glossy cocok untuk visual mencolok.

9. Perbandingan Singkat

AspekBi-FoldTri-Fold
Ukuran PanelBesar, cocok untuk gambar dominanLebih kecil, cocok untuk alur bertahap
DistribusiKurang praktis dibawaMudah dibagikan dan disimpan
DesainElegan, terbuka penuhTerstruktur per panel
Biaya ProduksiSerupa, tergantung bahanSerupa, tapi distribusi lebih mudah
KesesuaianKatalog, menu, branding eksklusifEvent, promo, informasi produk

Kesimpulan

Jika kamu ingin desain bersih dan menonjolkan visual besar, Bi-Fold adalah pilihan tepat.
Tapi kalau kamu ingin brosur dengan informasi lebih terstruktur dan mudah dibagikan, Tri-Fold lebih cocok.
Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan promosi, anggaran, dan gaya desain yang kamu inginkan.

(0)

Bikin brosur itu gampang-gampang susah. Selain desain yang cakep, kertas brosur juga penting buat bikin hasilnya terlihat profesional dan tahan lama. Mau brosurmu dibawa-bawa, dilipat-lipat, atau disebar banyak – kertas yang tepat bakal bikin hasil cetak lebih optimal. Berikut ini tips lengkap biar kamu bisa milih kertas brosur yang cocok:


1. Kenali Berat Kertas (Paper Weight)

Berat yang Ideal

Kertas brosur biasanya punya berat antara 70 lb sampai 100 lb, atau sekitar 105-150 gsm .

  • 70lb / 105gsm: ringan, mudah dilipat, budget-friendly – cocok untuk tris tercetak banyak.
  • 100lb / 148gsm: terasa lebih tebal dan premium, cocok untuk brosur meja atau katalog tipis .

Tips Pilih Berat

  • Untuk brosur lipat tiga (tri-fold), pilih kertas 70-100 lb agar lipatan rapi dan tidak mudah robek.
  • Untuk brosur lebih tebal atau hardcover, tambahkan lembar penutup (cover) ~170-300 gsm agar kuat dan awet .

2. Pilih Finishing Sesuai Fungsi dan Gaya

Kertas brosur umumnya tersedia dalam tiga jenis finishing:

  • Glossy (mengilap):
    • Warna foto tampak cerah dan tajam karena tinta tidak menyerap ke dalam kertas .
    • Kekurangannya, mudah terkesan “murahan” kalau dipegang dan bisa meninggalkan sidik jari atau debu.
  • Matte (doff):
    • Permukaan tidak banyak memantulkan cahaya, pas untuk teks dan gambar. Kombinasi elegan antara visual dan keterbacaan .
    • Lebih ramah untuk dibaca serta terlihat profesional.
  • Uncoated (tidak berlapis):
    • Terasa seperti kertas biasa, mudah untuk dicorat-coret. Cocok untuk brosur seperti panduan atau manual .
    • Kesannya sederhana dan alami – plus lebih ramah lingkungan.


3. Tentukan Tipe Kertas yang Tepat

Secara umum ada dua jenis kertas:

  • Text Stock: Lebih tipis (70-100 lb), fleksibel, ringan, cocok untuk brosur tipis/lipat.
  • Cover Stock/Cardstock: Tebal (≥80 lb cover, sekitar 216 gsm) dan kaku – biasanya untuk penutup atau brosur premium seperti menu dan kartu.

Kalau kamu hanya bikin brosur lipat tiga untuk promosi, gunakan kertas text stock 80-100 lb. Kalau mau yang stand-up atau feel-nya premium, gunakan cover stock untuk sampulnya dan sisanya text stock.


4. Perhatikan Folding dan Kegunaan

Jenis lipatan brosur mempengaruhi pilihan kertas:

  • Brosur lipat tiga (tri-fold): pilih kertas ringan (70-100 lb) agar lipatan halus .
  • Brosur cover atau hardcover (seperti menu atau katalog): gunakan cardstock untuk menambah kekuatan .

5. Hands-On: Coba Sampling dan Proof Cetak

Sebelum cetak massal:

  1. Minta print sampel dengan beberapa opsi berat dan finishing.
  2. Bandingkan hasil cetaknya: cek keterbacaan teks, ketajaman gambar, dan tekstur kertas.
  3. Pilih yang paling sesuai dengan kesan dan anggaranmu.

6. Budget dan Biaya

  • Semakin berat dan berlapis lapisan, biasanya makin mahal.
  • Kombinasi ringan dan tebal (text + cover) bisa jadi solusi hemat namun masih terlihat profesional.
  • Kertas uncoated biasanya lebih murah dan ramah lingkungan.

7. Ringkasan Pilihan Kertas

Tujuan BrosurBerat/KertasFinishing
Lipat tiga / banyak disebarText stock 70-100 lb (105-148 gsm)Gloss atau matte
Katalog kecil / brosur table displayText stock (90-100 lb) + coverMatte + glossy spot
Brosur informatif/natural feelText stock ~105 gsm uncoatedUncoated
Menu/katalog premiumCardstock 170-300 gsmGloss/matte + UV spot

8. Tips Tambahan

  • Cetak 4/4 full color kalau konten banyak warna pada kedua sisi. Kalau hanya satu sisi, bisa 4/0.
  • Pastikan desain disesuaikan dengan pilihan kertas agar warna dan layoutnya tetap seimbang.
  • Selalu tanyakan ke percetakan lokal, mereka biasanya punya rekomendasi kertas yang tersedia serta cepat kirim.

Kesimpulan

Memilih kertas brosur ideal itu soal balans: berat kertas, jenis finishing, fungsi brosur, dan budget.
Untuk lipat tiga atau promosi massal, kertas text stock 80-100 lb dengan finishing matte atau glossy sudah cukup.
Kalau ingin feel eksklusif dan tahan lama, tambahkan cover cardstock dan finishing keren seperti UV spot.

Dengan pertimbangan di atas, dijamin brosur kamu nggak cuma keren dilihat, tapi juga profesional, fungsional, dan pas buat audiens yang kamu target. Selamat mencetak!

(0)

Brosur adalah salah satu alat pemasaran yang masih efektif hingga saat ini. Meskipun era digital terus berkembang, brosur tetap menjadi pilihan banyak bisnis untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada calon pelanggan. Namun, sebelum mencetak brosur, ada baiknya Anda mengetahui berbagai pilihan pencetakan yang tersedia agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

1. Metode Pencetakan Brosur

Ada dua metode utama dalam mencetak brosur: offset printing dan digital printing.

Offset Printing

Offset printing adalah metode tradisional yang menggunakan plat cetak untuk mentransfer gambar ke kertas. Metode ini cocok untuk mencetak dalam jumlah besar karena biaya per lembarnya akan lebih murah seiring dengan meningkatnya jumlah cetakan. Hasil cetaknya juga tajam dan konsisten.

Digital Printing

Digital printing mencetak langsung dari file digital ke kertas tanpa menggunakan plat cetak. Metode ini cocok untuk cetakan dalam jumlah kecil hingga menengah, serta memungkinkan personalisasi pada setiap cetakan. Prosesnya cepat dan fleksibel, namun biaya per lembarnya cenderung lebih tinggi dibanding offset printing jika mencetak dalam jumlah besar.

2. Ukuran Brosur

Ukuran brosur bervariasi tergantung pada tujuan dan desain yang diinginkan. Beberapa ukuran yang umum digunakan antara lain:

  • A4 (210 x 297 mm): Ukuran standar yang memberikan ruang cukup untuk informasi dan gambar.

  • A5 (148 x 210 mm): Lebih kecil dan ringkas, cocok untuk informasi singkat.

  • DL (99 x 210 mm): Sering digunakan untuk brosur lipat tiga, mudah dimasukkan ke dalam amplop standar.

  • Square (210 x 210 mm): Memberikan tampilan yang unik dan menarik perhatian.

3. Jenis Kertas untuk Brosur

Pemilihan jenis kertas mempengaruhi tampilan dan kesan yang diberikan oleh brosur. Beberapa jenis kertas yang umum digunakan antara lain:

  • Art Paper: Memiliki permukaan halus dan mengkilap, cocok untuk cetakan berwarna dengan gambar yang tajam.

  • Matt Paper: Permukaannya tidak mengkilap, memberikan kesan elegan dan profesional.

  • HVS: Kertas standar dengan permukaan kasar, cocok untuk brosur dengan teks dominan dan biaya cetak yang lebih rendah.

4. Finishing Brosur

Finishing adalah tahap akhir yang memberikan sentuhan tambahan pada brosur. Beberapa opsi finishing yang bisa dipertimbangkan:

  • Laminasi: Memberikan lapisan pelindung pada brosur, tersedia dalam pilihan glossy (mengkilap) atau doff (tidak mengkilap).

  • Lipat: Brosur dapat dilipat menjadi dua (bi-fold) atau tiga (tri-fold) bagian, tergantung pada jumlah informasi yang ingin disampaikan.

  • Spot UV: Memberikan efek mengkilap pada bagian tertentu dari brosur, seperti logo atau judul, untuk menarik perhatian.

5. Tips Memilih Pencetakan Brosur

Sebelum memutuskan metode pencetakan, pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Jumlah Cetakan: Jika mencetak dalam jumlah besar, offset printing lebih ekonomis. Untuk jumlah kecil, digital printing lebih praktis.

  • Waktu Produksi: Digital printing memiliki waktu produksi yang lebih cepat dibanding offset printing.

  • Anggaran: Sesuaikan pilihan metode dan jenis kertas dengan anggaran yang tersedia.

  • Desain: Pastikan desain brosur sesuai dengan identitas brand dan menarik perhatian target audiens.

Kesimpulan

Memilih metode pencetakan brosur yang tepat sangat penting untuk memastikan pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh target audiens. Dengan memahami berbagai pilihan yang tersedia, Anda dapat membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

(0)