Modal Usaha Percetakan Offset dan Pengelolaannya

Setiap orang pasti menginginkan memiliki pendapatan tetap. Ada yang memilih sebagai pekerja dan ada juga yang berbisnis, misalnya saja usaha percetakan. Modal usaha percetakan offset ini memang cukup besar, namun jika dikelola dengan baik juga bisa menghasilkan laba yang tinggi.

Untuk membuat percetakan ini membutuhkan modal yang cukup besar. Karena ada sejumlah alat yang harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi. Maka ketahui dulu modal yang dibutuhkan sebelum memulainya.

Selain modal juga penting memperhatikan faktor keahlian atau skill. Pelaku usaha percetakan setidaknya perlu memiliki keahlian dalam bidang desain grafis dan mengoperasikan software desain.

bisnis percetakan offset

Peluang Usaha Percetakan Offset

Percetakan offset ini biasanya digunakan untuk produk amplop, brosur, majalah, buku, kemasan makanan dan lainnya. Jumlah yang dihasilkan juga dalam jumlah besar.

Pangsa pasarnya cukup luas, bisa meliputi perkantoran, sekolah, penulis, dan lainnya. Dengan begitu, sudah jelas prospek pasar dan keuntungannya.

Cara Menghitung Kebutuhan Modal Usaha Percetakan Offset

Untuk bisa memulai usaha percetakan offset ini, Anda harus memperhitungkan modal terlebih dahulu. Rincian modal usaha percetakan offset ini bisa dijadikan acuan dan gambaran tentang kelangsungan usaha. Berikut adalah rincian modal yang sifatnya dasar untuk usaha offset:

  • Mesin cetak Rp 75.000.000,- atau menggunakan mesin bekas dengan harga Rp 25.000.000,-.
  • PC dengan harga Rp 7.000.000,-.
  • Mesin pemotong kertas dengan harga Rp 10.000.000,-.
  • Tinta cetak harga Rp 1.500.000,-.
  • Mesin laminating lengkap dengan bahannya Rp 2.000.000,-.
  • Beragam kertas berbagai jenis dengan harga Rp 5.000.000,-.
  • Instal perangkat lunak Adobe, aplikasi PhotoShop, CorelDraw seri terbaru harga Rp 500.000,-.
  • Instal aneka program pendukung harga Rp 500.000,-.
  • Etalase Rp 5.000.000,-.
  • Biaya lain-lain seperti gaji pegawai untuk bulan pertama operasional.
  • Biaya listrik.
  • Biaya sewa tempat.
  • Biaya air, telepon, internet.

Sumber Modal Usaha Percetakan Offset

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi sumber modal usaha untuk memulai bisnis percetakan offset.

  • Uang sendiri atau tabungan.
  • Pinjaman modal dari bank (KUR)
  • Crowdfunding.
  • Investor.
  • Pinjaman keluarga.
  • Menjual aset.
  • Investasi jangka panjang

Pengelolaan Modal Usaha Percetakan Offset

1. Omset penjualan sebulan jika target adalah 50.000 lembar.

50.000 x Rp 3.500,- = Rp 175.000.000,-/bulan.

2. Biaya Produksi

  • Click charge/print = 50.000 lembar x Rp 1.100,- = Rp 55.000.000,-.
  • Biaya kertas (asumsi A3+) = 50.000 lembar x Rp 400,- = Rp 20.000.000,-.
  • Biaya beban listrik = Rp 1.000.000,-/bulan.
  • Biaya lain-lain = Rp 1.000.000,-/bulan
  • Biaya pegawai (asumsi baru 1 orang pekerja) = Rp 3.000.000,-/bulan.
  • Total untuk biaya produksi/bulan = Rp 80.000.000,-.

3. Laba Bersih

= Rp 175.000.000 – Rp 80.000.000

= Rp 95.000.000,-/bulan.

Bisnis ini memang membutuhkan modal usaha yang cukup besar. Perencanaan dan pengelolaannya pun harus benar-benar diperhatikan. Sebelum memulai, lebih baik kenali terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan serta tentukan strategi bisnis, agar usaha Anda terjaga keberlangsungannya.