Bentuk, bahan kemasan dan cara pengemasan akan berbeda-beda tergantung industri apa yang membutuhkannya. Tentunya pengemasan produk makanan akan berbeda dengan pengemasan produk elektronik. Kali ini kita akan membahas lebih pada pengemasan makanan. Perusahaan pengemasan untuk produk makanan haruslah memperhatikan dengan baik bahan kemasan yang digunakan serta cara produk makanan tersebut dikemas. Paling tidak perusahaan pengemasan harus mempertimbangkan 3 hal utama saat memilih kemasan dan mesin-mesin pengemas produk makanan tersebut. Berikut ulasannya:

3 Hal Utama Yang Harus Dipertimbangkan Saat Hendak Menentukan Kemasan Produk Makanan

Daya Tarik

Entah seberapapun kuat dan tahan lamanya suatu kemasan makanan, makanan yang ada di dalamnya tetaplah memiliki masa kadaluarsa. Jadi jika produk makanan tersebut didisplay di etalase toko dalam jangka waktu lama, tanpa ada yang membelinya, maka makanan tersebut akan kadaluarsa. Karena itulah perancang desain kemasan, harus merancang kemasan tersebut dengan desain semenarik mungkin, terutama jika produk yang ada didalamnya adalah makanan.

Kemasan dan label dari produk makanan adalah hal yang pertama dilihat oleh calon pembeli. Karena itu ketika mendesain suatu kemasan, Anda harus mempunyai satu tujuan yaitu menarik perhatian calon pembeli untuk mencoba produk makanan tersebut. Bentuk desain kemasan yang unik, label serta corak warna yang menarik haruslah menimbulkan rasa penasaran dari mereka yang melihatnya. Tentu saja daya tarik dari kemasan tersebut juga harus seimbang dengan faktor-faktor lain yang akan kita bahas di bawah ini.

baca juga: Sejarah dan Ilmu Di Balik Kemasan Produk

Perlindungan

cetak dus cookies nomnomSeperti tadi yang telah saya bilang sebelumnya, produk makanan apapun pastilah mempunyai masa kadaluarsa. Tapi kemasan yang tepat serta mesin pengemasan yang baik dapat memperpanjang masa kadaluarsa makanan tersebut. Intinya dengan menggunakan kemasan dan cara pengemasan yang tepat maka waktu sampai makanan tersebut menjadi basi bisa diperpanjang. Contohnya bahan kemasan tertentu, dapat secara efektif menjaga suhu di dalam kemasan tersebut tetap dingin, mengatasi perbedaan suhu yang terjadi dengan suhu normal di luar kemasan tersebut. Tentu ini dapat menjaga makanan tersebut tidak rusak dalam jangka waktu lebih lama.

Pada negara-negara maju ada juga yang sudah mengembangkan sistem kemasan yang canggih, yang dapat merubah secara otomatis tanggal kadaluarsa produk makanan tersebut, menyesuaikan dengan dimana makanan tersebut disimpan. Wow.. begitu luar biasanya teknologi sekarang ini.

Mesin-mesin pengemasan makanan juga sekarang lebih canggih. Ada yang sudah menggunakan Nitrogen Purge System. Buat anda yang tidak tahu, sistem ini berusaha menggantikan oksigen yang ada di dalam kemasan dengan nitrogen. Mengapa sampai perlu digantikan dengan nitrogen? Sebabnya adalah oksigen merupakan zat yang sering kali berinteraksi dengan makanan, yang mempercepat pembusukan makanan. Dengan mengganti oksigen yang ada di dalam kemasan, dengan nitrogen, tentu saja akan membuat makanan tersebut menjadi tidak mudah basi. Penggunaan nitrogen tidak memiliki efek negatif terhadap makanan. Malah sebagai gas yang tidak berbau dan tidak berasa, nitrogen justru mempertahankan rasa, warna, dan tekstur asli makanan tersebut.

Keamanan

Ini berkaitan erat dengan faktor perlindungan yang dibahas sebelumnya. Bahkan sebenarnya, alasan dibalik perlindungan terhadap makanan tersebut adalah keamanan orang memakan makanan tersebut. Ingat banyak sekali orang yang sakit, alasan utamanya adalah makanan yang dia makan. Dengan memilih bahan kemasan yang aman, tidak melepaskan zat-zat kimia berbahaya, serta tidak mempercepat pembusukan makanan yang disimpan di dalamnya, perusahaan kemasan makanan melindungi makanan tersebut sekaligus orang yang memakannya.

Mereka yang memproduksi produk makanan tersebut perlu mempertimbangkan seberapa mudah kemasan makanan tersebut dibuka, ketahanan kemasan tersebut terhadap suhu dan cuaca di sekitarnya, serta kemungkinan terjadi kebocoran pada kemasan yang dapat membahayakan orang. Yang perlu digarisbawahi, tingkat keamanan pelanggan, cenderung ditentukan dari reputasi perusahaan yang membuat produk makanan tersebut.

(0)