Hanya karena Anda memiliki produk yang hebat tidak berarti produk tersebut akan laku, bahkan jika Anda menempatkannya di toko-toko ritel yang tepat. Ingat, calon konsumen Anda terus bergerak.
Pengemasan produk dengan cara yang benar memerlukan lebih dari sekadar membuat kotak untuk memasukkan produk Anda. Tentu, kotak tersebut melindungi produk Anda agar tetap utuh, akan tetapi sudah lewat hari-hari dimana dus kemasan hanya berfungsi sebagai wadah pelindung dalam pengiriman. Kotak kemasan hari ini adalah penjual “eceran”. Dus kemasan diharapkan memberikan informasi yang diperlukan untuk mendorong keputusan membeli dari calon konsumen Anda. Tentunya Anda harus membuat pelanggan Anda mengambil produk Anda terlebih dahulu sebelum mereka akan membelinya.
Berikut adalah 5 pertanyaan yang harus Anda jawab yang akan membantu Anda menentukan apakah kemasan produk Anda akan laku.

1. Siapa konsumen inti Anda?
Anda memiliki tren pasar, demografi, dan ceruk pasar yang terus berkembang setiap saat. Jika Anda tidak mengikuti tren ini, maka produk Anda tidak “terhubung” dengan mereka dengan pesan yang tepat. “Pesan inti” ini adalah salah satu atribut terpenting dari kemasan produk Anda.
Kemasan produk Anda harus terhubung dengan konsumen inti Anda di berbagai tingkatan. Sebelum Anda dapat menjual apa pun, Anda perlu memahami siapa mereka.
2. Bagaimana tingkat persaingan untuk kemasan produk Anda?
Jadi mulailah analisis Anda dengan melihat kemasan produk Anda dari mata konsumen. Jika Anda hendak membeli suatu produk tertentu, apa yang akan memaksa Anda untuk mengambilnya dari rak? Jika tidak, produk Anda hanya akan berdiam diri di antara deretan produk pesaing? Pikirkan seakan-akan produk tersebut memanggil Anda dengan mengatakan “Saya di sini, beli saya, beli saya”. Apakah produk Anda melakukan ini? Jika tidak, kotak kemasan Anda tidak melakukan tugasnya dengan membujuk konsumen untuk membeli produk Anda.
3. Bagaimana konsumen Anda berbelanja?
Apakah Anda mengetahui tren pembelian pelanggan Anda saat ini? Belasan tahun yang lalu, mungkin produk jumbo lebih laku. Saat ini masih banyak kemasan produk berukuran super; namun, tren pembelian berubah ke ukuran yang lebih kecil secara umum. Mengemas lebih kecil tidak berarti lebih sedikit keuntungan, dalam banyak kasus malah berarti lebih banyak keuntungan. Konsumen bersedia membayar mahal untuk kenyamanan, kemudahan penggunaan dan kuantitas yang lebih kecil. Ingat tiga kentang panggang premium dalam satu paket harganya hampir sama dengan harga 6kg kentang. Jika Anda tinggal dengan hanya satu orang lain, apakah Anda benar-benar membutuhkan 6kg kentang?
Jadi kemasan produk Anda harus sejalan dengan gaya hidup konsumen Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana gaya hidup mereka maka Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan kemasan produk yang tepat yang akan menarik bagi mereka.
4. Apa USP- Unique Selling Proposition dari kemasan Anda?
70% dari keputusan pembelian dibuat di toko. Dan keputusan untuk mengambil produk Anda atau tidak dibuat dalam 2,6 detik. Itu beberapa detik esensial yang akan menentukan apakah produk Anda akan laku atau tidak. Jadi, kemasan produk Anda sebaiknya memiliki pesan yang TEPAT yang ditujukan untuk audiens yang TEPAT.
Sampaikan informasi tentang apa yang ada di dalamnya dan bagaimana hal itu akan membantu konsumen memecahkan masalah. Itu faktor penting untuk diingat. Ketika seseorang melihat produk Anda, mereka berpikir, “Apa gunanya produk ini bagi saya?”
Jika Anda tidak tahu jawabannya maka produk Anda tidak akan pernah terhubung dengan konsumen inti Anda.
5. Apa tombol panas konsumen yang harus dicerminkan oleh kemasan Anda?
Selain masalah lingkungan, konsumen juga memperhatikan pelabelan dan keamanan produk. Orang-orang membaca label dan menelitinya.
Apa yang tertulis di label itu akan memengaruhi apakah mereka membeli produk Anda atau tidak. Intinya adalah bahwa setiap kemasan dari produk ritel di supermarket akan dilihat secara menyeluruh oleh konsumen. Apa yang Anda sampaikan kepada mereka sebaiknya menjadi pesan yang tepat dan benar.
Kelompok pengawas penjualan produk itu sangat banyak dan mereka mencari saat dimana produk Anda membuat kesalahan. Apakah mereka menganggap Anda memasarkan ke pasar yang tidak pantas (contohnya Spykes memasarkan minuman keras kepada anak-anak) atau bahwa kemasan Anda tidak mengatakan yang sebenarnya (Misalnya: McDonald’s dan semua perusahaan makanan cepat saji dan kandungan lemak lainnya), pasti akan menjadi layak diberitakan dan dalam skenario terburuk dapat berdampak serius pada bisnis Anda.
Bagaimana dengan keamanan dan integritas produk? Mengingat banyaknya penarikan produk baru-baru ini (karena berbagai alasan) keamanan produk menjadi yang terpenting.
Bisakah penarikan produk membahayakan bisnis Anda?
Semua pertanyaan ini perlu dijawab dan tidak hanya dengan desain kemasan saja yang perlu diperhatikan, ini adalah proses yang berkelanjutan. Seperti yang saya sebutkan di awal, konsumen adalah target yang bergerak dan desain kemasan produk Anda harus bergerak bersama mereka ke arah yang benar. Pastikan ini

