Evolusi dari Percetakan Brosur/Pamflet

500 tahun lalu, mencetak sesuatu membutuhkan banyak biaya dan mencetak pamflet belum menjadi hal yang diketahui banyak orang. Hanya kitab suci dan buku untuk orang-orang terpelajar saja yang dicetak menggunakan model percetakan press yang masih dasar. Satu dekade kemudian, percetakan berkembang. Alat percetakan sedikit lebih baik dan orang-orang mulai terbiasa dengan proses percetakan, sehingga surat kabar atau koran dan berbagai macam publikasi berwarna hitam putih muncul di masyarakat. Lalu di tahun 1800-an, percetakan mulai berkembang untuk menjadi bisnis yang mengiklankan barang dan jasa.

Di abad 20 mulai bermunculan alat percetakan yang modern, sehingga percetakan professional mulai tersedia untuk perusahaan-perusahaan yang ada saat itu. Perusahaan percetakan mulai mengembangkan dan membuka usaha mereka di banyak daerah dan mempromosikan betapa efektifnya iklan dan marketing menggunakan media cetak. Sayangnya, belum ada banyak pilihan di masa itu, karena percetakan hanya bisa mencetak warna hitam putih di kertas yang ada, dan itu pun masih tergolong mahal.

Tinta berwarna mulai masuk di tahun 1960 dan offset printing pun menjadi populer. Jenis kertas yang tersedia pun mulai semakin beragam, dengan berbagai rentang harga dan ketersediaan. Dengan tinta bermacam warna dan stok kertas di pasaran, banyak perusahaan mulai menyediakan percetakan pamflet, yang dimana fungsi pamflet di jaman itu tidak jauh berbeda dengan jaman sekarang

Percetakan Pamflet/Brosur di Abad ke 21

Percetakan pamflet telah berevolusi menjadi salah satu proyek yang paling sering dibutuhkan dari perusahaan percetakan saat ini. Berbagai macam bisnis, organisasi baik itu profit maupun non-profit dan berbagai macam bisnis lainnya sadar seberapa efektif pamflet dalam mengkomunikasikan program-program mereka. Pamflet / brosur / flyer dapat digunakan untuk menginformasikan grand openings, perpindahan lokasi, diskon dan penawaran, jadwal acara, acara olahraga dan banyak hal lain.

Pamflet umumnya dicetak dengan warna dan diberi finishing bertipe glossy, dengan gambar beresolusi tinggi dan beberapa tulisan. Tapi pamflet juga bisa di cetak hitam putih untuk mengurangi biaya produksi, jadi bisa menyesuaikan juga dengan tujuan dan anggaran.

percetakan brosur surabaya

Mencetak pamflet juga bisa dilakukan dengan berbagai macam teknik mencetak. Yang paling umum digunakan adalah flat press printing. Akan tetapi, sejak kemunculan digital printing, metode flat press mulai ditinggalkan. Digital printing menggunakan metode yang berbeda dengan metode sebelumnya. Metode ini memproses gambar dan tulisan yang dicetak dengan printer yang menggunakan laser atau inkjet, sehingga tidak membutuhkan piringan cetak. Salah satu keunggulan menggunakan digital printing adalah tidak ada jumlah minimal pemesanan karena prosesnya bisa sesuai permintaan. Selain itu, jika ada perubahan pada hal yang ingin dicetak, bisa dilakukan secara digital.

Pamflet tersebut juga bisa disebarkan ke lokasi tertentu, disebarkan secara langsung atau langsung dikirim ke target informasi. Banyak atlet dan orang-orang terkenal menggunakan pamflet sebagai media untuk memberikan tanda tangan. Karena seperti yang kebanyakan dari kita tahu, pamflet yang berisi foto orang terkenal akan semakin bernilai jika dibubuhkan tanda tangan orang tersebut.

Percetakan adalah Partner

Sebuah perusahaan percetakan yang kompeten adalah partner bisnis yang sangat penting. Perusahaan yang berpengalaman tinggi akan mempertimbangkan tujuan dan ekspektasi dari sebuah perusahaan kliennya dan menyesuaikan kinerja berdasarkan hal-hal tersebut agar hasil akhirnya dapat memenuhi atau bahkan melebihi ekspektasi yang diharapkan oleh klien.